-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Salat Tarawih Sendiri atau Berjamaah, Mana yang Lebih Utama?

Februari 21, 2026 Last Updated 2026-02-20T23:34:26Z



Salat Tarawih merupakan ibadah sunah muakkadah yang dikerjakan pada malam bulan Ramadhan setelah salat Isya. Ibadah ini bisa dilakukan sendiri di rumah maupun berjamaah di masjid.


Perbedaan pilihan ini kerap memunculkan pertanyaan: mana yang lebih utama?


Dalam kitab Al-Majmu’, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa terdapat dua pendapat ulama. Namun menurut mayoritas ulama mazhab Syafi’i dan sebagian besar ulama lainnya, salat Tarawih berjamaah lebih utama.


Dalil dari Hadis


Hadis riwayat Muhammad melalui Aisyah RA (HR. Bukhari dan Muslim) menyebutkan bahwa Nabi pernah memimpin Tarawih berjamaah beberapa malam. Namun beliau tidak melanjutkannya karena khawatir akan diwajibkan kepada umatnya.


Hadis ini menjadi dasar bahwa Tarawih berjamaah dianjurkan, tetapi tetap tidak bersifat wajib.


1. Keutamaan Tarawih Berjamaah


Mayoritas ulama seperti Imam Syafi'i, Abu Hanifah, dan Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa berjamaah lebih utama.


Alasannya:


Mengikuti praktik para sahabat


Menyatukan umat dalam satu imam


Pahala salat berjamaah lebih besar


Mempererat ukhuwah dan kecintaan terhadap masjid


Pandangan ini juga sejalan dengan pendapat Muhammadiyah yang menilai Tarawih berjamaah memiliki nilai sosial dan spiritual yang lebih luas.


2. Tarawih Sendiri Tetap Sah dan Bernilai


Sebagian ulama juga menyatakan bahwa Tarawih sendiri tidak kalah sah, terutama jika:


Ada uzur (sakit, jarak jauh, kondisi tertentu)


Lebih khusyuk saat sendirian


Tidak menimbulkan kemalasan


Al-Mawardi dalam Al-Hawi al-Kabir menyebutkan bahwa jika Tarawih sendiri membantu menjaga kekhusyukan tanpa melemahkan semangat jamaah, maka itu juga baik.


Kesimpulan


Secara umum, mayoritas ulama menilai Tarawih berjamaah lebih utama. Namun Tarawih sendiri tetap sah dan berpahala.


Yang terpenting bukan hanya tempatnya, melainkan:


Niat yang ikhlas


Kekhusyukan


Konsistensi ibadah sepanjang Ramadhan

×