Umat Islam yang menjalankan puasa Ramadan sering bertanya apakah puasanya diterima oleh Allah SWT. Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadis riwayat Ibnu Majah bahwa banyak orang berpuasa namun hanya mendapat lapar dan haus.
Mengutip penjelasan ulama dari NU Online, Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab Lathaiful Ma’arif menyebutkan beberapa tanda puasa diterima:
Tidak mengulangi maksiat
Orang yang puasanya diterima akan memiliki hati yang condong meninggalkan dosa dan tidak berniat kembali melakukannya setelah Ramadan.
Melanjutkan amal saleh, termasuk puasa Syawal
Melanjutkan puasa enam hari di bulan Syawal menjadi tanda diterimanya puasa Ramadan. Allah memberi taufik untuk beramal saleh setelah amal sebelumnya diterima.
Memperbanyak amal kebaikan
Ulama seperti Ibrahim Al-Bajuri menjelaskan bahwa Ramadan adalah bulan pelipatgandaan pahala, sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh.
Kesimpulannya, indikator diterimanya puasa terlihat dari perubahan diri menjadi lebih baik, konsisten dalam kebaikan, dan menjauhi maksiat. Namun, keputusan akhir tetap sepenuhnya milik Allah SWT.

