-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tiga Amalan Utama Puasa Ramadan Agar Meraih Takwa

Februari 28, 2026 Last Updated 2026-02-28T10:48:21Z



Bulan suci Ramadan adalah momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus. Jika tidak dijalankan dengan kesungguhan, puasa bisa saja hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa membawa perubahan berarti.


Dalam salah satu ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa tujuan utama puasa telah ditegaskan dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yang ditutup dengan kalimat “la’allakum tattaqun” (agar kamu bertakwa).


Kata la’alla dalam kaidah bahasa Arab menunjukkan sebuah harapan besar yang hanya bisa dicapai dengan kesungguhan. Artinya, tidak semua orang yang berpuasa otomatis meningkat derajat ketakwaannya. Hanya mereka yang serius menjalankan “kurikulum” Ramadan-lah yang akan meraih hasilnya.


Berikut tiga amalan utama yang menjadi fondasi ibadah di bulan Ramadan.


1. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Salat


Salat adalah tiang agama dan ibadah pertama yang akan dihisab. Karena itu, Ramadan harus menjadi momen memperbaiki kualitas salat, baik dari segi kekhusyukan maupun kedisiplinan waktu.


Selain menjaga salat fardu lima waktu, umat Islam dianjurkan memperbanyak salat sunnah, terutama salat Rawatib yang berjumlah 12 rakaat setiap hari. Keutamaannya sangat besar, yakni dijanjikan dibangunkan rumah di surga.


Tak hanya itu, salat Dhuha juga memiliki keistimewaan luar biasa. Dikerjakan di pagi hari, salat ini diyakini membuka pintu rezeki dan mendatangkan keberkahan. Pada malam hari, qiyamullail seperti Tarawih, Tahajud, dan Witir menjadi amalan penting yang tidak boleh ditinggalkan selama Ramadan.


Dengan memperbanyak salat, hati menjadi lebih lembut, jiwa lebih tenang, dan hubungan dengan Allah semakin kuat.


2. Membaca dan Mengkaji Al-Qur’an


Ramadan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Maka, sudah seharusnya umat Islam menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat utama sepanjang bulan suci ini.


Interaksi dengan Al-Qur’an tidak hanya sebatas membaca (qira’ah), tetapi juga memahami maknanya (tilawah atau tadabbur). Menargetkan satu juz per hari adalah langkah realistis agar dapat khatam 30 juz dalam sebulan.


Namun, yang lebih penting dari sekadar jumlah bacaan adalah penghayatan terhadap maknanya. Mengikuti kajian tafsir atau majelis ilmu dapat membantu memperdalam pemahaman. Orang yang berkumpul untuk membaca dan mengkaji Al-Qur’an akan mendapatkan rahmat, ketenangan jiwa, serta doa dari para malaikat.


Dengan Al-Qur’an, Ramadan menjadi bulan pembinaan ruhani yang menyeluruh.


3. Menyiapkan Harta untuk Infak dan Sedekah


Ramadan juga merupakan bulan berbagi. Pahala sedekah dilipatgandakan berlipat-lipat dibanding bulan lainnya. Karena itu, penting untuk menyiapkan anggaran khusus untuk infak dan sedekah sejak awal.


Sedekah tidak harus dalam jumlah besar. Memberikan makanan berbuka, menyumbang air minum di masjid, atau membantu sesama sesuai kemampuan sudah menjadi amalan yang sangat bernilai.


Semangat berbagi ini melatih empati, membersihkan harta, dan memperkuat solidaritas sosial. Ramadan menjadi sarana bukan hanya untuk memperbaiki hubungan dengan Allah, tetapi juga dengan sesama manusia.


Penutup


Puasa Ramadan adalah perjalanan spiritual menuju ketakwaan. Melalui peningkatan salat, kedekatan dengan Al-Qur’an, serta semangat berbagi, umat Islam dapat meraih tujuan utama puasa sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183: “la’allakum tattaqun.”


Semoga Ramadan kali ini bukan sekadar rutinitas, melainkan benar-benar menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa dan mulia. 🌙

×