-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Arus Mudik Mulai Sepi? One Way Lebaran 2026 Siap Dicabut, Ini Waktu Pastinya!

Maret 20, 2026 Last Updated 2026-03-20T01:37:16Z


Kebijakan rekayasa lalu lintas berupa one way nasional pada arus mudik Lebaran 2026 dipastikan akan segera berakhir. Hal ini disampaikan oleh Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, yang menyebut evaluasi akan dilakukan pada Sabtu pagi.


Menurutnya, keputusan pencabutan sistem satu arah tersebut akan sangat bergantung pada kondisi terkini lalu lintas di jalan tol. Jika arus kendaraan sudah tidak menunjukkan peningkatan signifikan dan kondisi lalu lintas terpantau lancar, maka kebijakan one way akan dihentikan.


“Evaluasi akan dilakukan besok pagi. Jika arus sudah landai, volume kendaraan rendah, dan kondisi tol lengang, kemungkinan siang hari one way nasional akan dicabut,” ujar Agus di kawasan Bundaran HI, Jumat (20/3/2026).


Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai stakeholder sebelum mengambil keputusan final. Di antaranya dengan Kementerian Perhubungan, operator jalan tol, hingga melaporkan langsung kepada Kapolri.


Berdasarkan data terbaru, kondisi lalu lintas hingga Kamis malam (19/3) terpantau mulai menurun. Puncak arus mudik sendiri disebut telah terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026, dengan jumlah kendaraan mencapai sekitar 270.000 unit dalam satu hari.


Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan sekitar 4,26 persen dibandingkan puncak arus mudik tahun sebelumnya. Meski demikian, tren saat ini menunjukkan bahwa lonjakan kendaraan sudah mulai mereda.


Sebagai informasi, kebijakan one way nasional sebelumnya diberlakukan di ruas Tol Trans Jawa sejak Rabu (18/3/2026). Sistem ini dimulai dari Km 70 ruas Tol Jakarta-Cikampek hingga Km 414 di kawasan Kalikangkung.


Penerapan one way dilakukan guna mengurai kepadatan kendaraan saat puncak arus mudik Lebaran. Kebijakan ini resmi dimulai setelah seremoni pelepasan oleh Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi.


Dengan kondisi lalu lintas yang kini mulai normal, masyarakat diimbau tetap berhati-hati dan memantau informasi terbaru terkait rekayasa lalu lintas sebelum melakukan perjalanan.

×