-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tragis! Ratusan Anak Tewas di Tengah Perang Iran vs AS-Israel, Sekolah Ikut Hancur

Maret 20, 2026 Last Updated 2026-03-20T02:13:16Z


Konflik bersenjata antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel terus menelan korban jiwa, termasuk anak-anak. Dalam laporan terbaru, pihak Palang Merah Iran mengungkapkan bahwa lebih dari 204 anak meninggal dunia sejak perang pecah pada akhir Februari 2026.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 53 anak diketahui masih berusia di bawah lima tahun. Situasi ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak karena korban berasal dari kelompok paling rentan.


Dalam pernyataannya, Palang Merah Iran menegaskan bahwa serangan yang menyasar anak-anak dan ibu hamil tidak bisa lagi dianggap sebagai bagian dari operasi militer biasa. Mereka menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan.


Selain korban anak-anak, dilaporkan pula dua wanita hamil turut menjadi korban tewas. Sementara itu, jumlah warga sipil yang mengalami luka-luka telah melampaui 18.000 orang, memperlihatkan skala krisis yang semakin meluas.


Dampak serangan juga terlihat dari kerusakan infrastruktur sipil. Tercatat sebanyak 498 sekolah, 251 fasilitas kesehatan, dan 17 pusat bantuan milik Palang Merah mengalami kerusakan akibat serangan udara sejak awal Maret. Secara keseluruhan, lebih dari 70.000 bangunan sipil terdampak konflik ini.


Pihak Iran pun mendesak komunitas internasional, khususnya organisasi yang bergerak di bidang hak asasi manusia, untuk tidak tinggal diam menghadapi situasi ini. Mereka meminta adanya tindakan nyata terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi.


Perang ini sendiri mulai memanas sejak 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke ibu kota Teheran. Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang kemudian memicu eskalasi besar.


Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke sejumlah wilayah di Timur Tengah yang diketahui menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat. Hingga kini, setelah tiga pekan berlalu, konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda.


Belum ada pembicaraan resmi mengenai gencatan senjata antara ketiga pihak. Situasi ini membuat kekhawatiran global semakin meningkat, terutama terkait dampak kemanusiaan yang terus memburuk dari hari ke hari.

×