Tren menyewa ponsel premium semakin populer menjelang Hari Raya di Surabaya. Menjelang Idulfitri, bisnis persewaan iPhone dilaporkan mengalami lonjakan permintaan karena banyak orang ingin mengabadikan momen Lebaran dengan kualitas kamera yang lebih baik.
Perangkat keluaran Apple tersebut dinilai memiliki kemampuan kamera yang mumpuni untuk menghasilkan foto dan video berkualitas tinggi. Hal itu membuat banyak orang memilih menyewa dibandingkan membeli ponsel baru yang harganya relatif mahal.
Permintaan Naik Sejak Pertengahan Ramadan
Pemilik usaha sewa iPhone di Surabaya, Shebbyl Balqies Ferrola atau Ferro, mengatakan permintaan mulai meningkat sejak pertengahan Ramadan.
Menurutnya, kenaikan penyewaan terutama terjadi saat momen buka puasa bersama atau bukber. Banyak pelanggan memesan perangkat untuk digunakan pada sore hari menjelang acara tersebut.
Ia menyebut peningkatan penyewaan bisa mencapai sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan hari biasa. Mayoritas pelanggan menyewa perangkat pada pukul 16.00 hingga 17.00 WIB untuk mendokumentasikan kegiatan bersama teman atau keluarga.
Banyak Disewa untuk Lebaran dan Mudik
Selain untuk bukber, permintaan juga datang dari pelanggan yang ingin menggunakan iPhone saat Lebaran atau perjalanan mudik. Bahkan beberapa penyewa memesan perangkat lebih lama untuk mendokumentasikan perjalanan mereka.
Untuk menarik minat pelanggan, layanan persewaan yang dikelola Ferro bersama rekannya, Abdullah al Jufri, menyediakan berbagai paket promo. Misalnya paket sewa lima hari gratis lima hari atau sewa tiga hari gratis dua hari.
Menurut Ferro, alasan utama pelanggan menyewa iPhone bukan sekadar gaya hidup. Banyak orang memang membutuhkan kamera berkualitas tinggi untuk momen tertentu, tetapi tidak memerlukan perangkat tersebut untuk penggunaan sehari-hari.
Penyewa Datang dari Berbagai Daerah
Pelanggan yang menggunakan jasa persewaan ini tidak hanya berasal dari Surabaya. Banyak juga yang datang dari kota lain di Jawa Timur seperti Sidoarjo dan Malang.
Salah satu pelanggan, Hani, bahkan kerap menyewa iPhone untuk mendokumentasikan konser di luar negeri. Ia biasanya memilih seri terbaru seperti iPhone 15 atau iPhone 17 Pro Max karena kualitas kameranya.
Bisnis Baru yang Berkembang Pesat
Usaha persewaan ini sebenarnya baru dirintis pada April 2025. Awalnya, Ferro dan rekannya menjalankan bisnis jual beli ponsel. Namun karena permintaan pembelian tidak terlalu besar, mereka akhirnya mencoba menyewakan perangkat yang dimiliki.
Strategi tersebut ternyata berhasil. Kini usaha mereka memiliki sekitar 45 unit iPhone dengan berbagai seri populer seperti iPhone 11, iPhone 13, hingga iPhone 15.
Mayoritas pelanggan berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang memanfaatkan perangkat tersebut untuk membuat konten media sosial, tugas kuliah, hingga dokumentasi kegiatan.
Tantangan Risiko Perangkat Hilang
Meski bisnis ini berkembang, pemilik usaha juga menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya risiko perangkat dibawa kabur oleh penyewa.
Namun mereka mengaku masih dapat mengatasi masalah tersebut karena setiap perangkat dilengkapi sistem pelacakan keamanan. Beberapa kasus kehilangan yang sempat terjadi pun akhirnya berhasil ditemukan kembali.
Ke depan, mereka berharap bisnis persewaan iPhone ini dapat terus berkembang dan bahkan membuka cabang di kota lain agar menjangkau lebih banyak pelanggan.

