Ketegangan global menyusul serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu kekhawatiran akan pecahnya Perang Dunia Ketiga. Sejumlah laporan media seperti The Sun dan Metro UK menyebut masih ada beberapa wilayah yang dinilai relatif aman jika konflik global benar-benar terjadi.
Penilaian tersebut mengacu pada faktor netralitas politik, letak geografis terpencil, ketahanan pangan, serta peringkat Global Peace Index (GPI) yang menempatkan sejumlah negara sebagai yang paling damai di dunia.
Berikut daftar negara atau wilayah yang disebut relatif aman:
1. Antartika
Terletak di titik paling selatan bumi, Antartika dinilai aman secara geografis karena sangat jauh dari negara-negara pemilik senjata nuklir. Wilayah seluas lebih dari 14 juta kilometer persegi ini menawarkan ruang luas untuk berlindung, meski kondisi iklim ekstrem menjadi tantangan besar.
2. Islandia
Islandia secara konsisten menempati posisi teratas dalam GPI sebagai negara paling damai. Negara ini tidak memiliki militer permanen dan memiliki sumber daya energi terbarukan, air tawar, serta hasil laut yang membuatnya relatif mandiri.
3. Selandia Baru
Selandia Baru berada di peringkat kedua GPI. Kebijakan anti-nuklir, lokasi yang terpencil, topografi pegunungan, serta kemampuan produksi pangan domestik memperkuat posisinya sebagai negara yang relatif aman.
4. Swiss
Swiss dikenal dengan netralitasnya selama hampir dua abad. Dilindungi bentang alam pegunungan Alpen dan memiliki sistem bunker sipil yang luas, Swiss dinilai memiliki kesiapan menghadapi kondisi darurat.
5. Tuvalu
Negara kepulauan kecil di Pasifik, Tuvalu, berpenduduk sekitar 11.000 orang. Infrastruktur terbatas dan minimnya kepentingan strategis global membuatnya dianggap bukan target utama dalam konflik besar.
6. Argentina
Argentina disebut memiliki peluang bertahan dari krisis pangan global karena produksi gandumnya yang besar. Dalam skenario perang nuklir yang mengganggu produksi pangan dunia, kapasitas agrikultur menjadi faktor krusial.
7. Bhutan
Bhutan menyatakan netralitas setelah bergabung dengan PBB pada 1971. Letaknya yang terkurung daratan dan dikelilingi pegunungan Himalaya memberikan perlindungan alami.
8. Chili
Dengan garis pantai sepanjang 4.000 mil, Chili memiliki sumber daya pertanian dan infrastruktur yang cukup modern untuk menopang kebutuhan domestik.
9. Fiji
Fiji berjarak sekitar 2.700 mil dari Australia dan memiliki angkatan bersenjata kecil. Letaknya yang terpencil serta sumber daya alam yang cukup dinilai menjadi faktor perlindungan tambahan.
10. Afrika Selatan
Afrika Selatan memiliki lahan subur, sumber air melimpah, serta infrastruktur modern di kota-kota besar seperti Cape Town. Ketahanan pangan menjadi nilai tambah utama.
11. Indonesia
Indonesia turut disebut relatif aman karena menganut politik luar negeri “bebas dan aktif”, konsep yang diperkenalkan Presiden pertama RI, Sukarno. Prinsip tersebut menekankan sikap independen dalam urusan internasional dan komitmen pada perdamaian dunia.
Selain itu, Indonesia memiliki sektor pertanian yang luas dan populasi besar yang dapat menunjang ketahanan pangan domestik jika perdagangan global terganggu.
Kondisi Geopolitik Terkini
Media internasional seperti Al Jazeera melaporkan bahwa eskalasi di Timur Tengah terjadi bersamaan dengan konflik lain, seperti perang Rusia–Ukraina serta meningkatnya ketegangan di Asia dan kawasan lain.
Situasi ini memperkuat kekhawatiran akan konflik global berskala luas. Dalam konteks tersebut, negara-negara yang netral secara politik, terpencil secara geografis, serta mandiri dalam pangan dan energi dinilai memiliki peluang lebih besar untuk menghindari dampak langsung perang besar.
Meski demikian, para analis menekankan bahwa dalam era globalisasi, hampir tidak ada negara yang benar-benar kebal dari dampak konflik dunia—baik dari sisi ekonomi, energi, maupun stabilitas politik.

