-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Israel dan Hizbullah Saling Serang, Ketegangan di Lebanon Kembali Memanas

Maret 03, 2026 Last Updated 2026-03-03T05:54:51Z



Ketegangan antara Israel dan Hizbullah kembali memuncak setelah serangkaian serangan balasan terjadi pada Senin pagi.


Jet tempur Israel dilaporkan membombardir wilayah selatan Beirut, Lebanon, menyusul serangan roket dan drone yang diluncurkan Hizbullah ke pangkalan militer Israel di dekat Haifa, wilayah utara negara tersebut.


Hizbullah Klaim Serangan sebagai Pembalasan


Kelompok bersenjata asal Lebanon itu menyatakan bahwa serangan roket dan drone merupakan bentuk pembalasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.


Dalam pernyataan resminya, Hizbullah menegaskan tindakan tersebut dilakukan “untuk membela Lebanon dan rakyatnya” serta sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai agresi Israel yang berulang.


Hizbullah juga menyatakan bahwa berlanjutnya serangan dan pembunuhan terhadap para pemimpin serta warga Lebanon memberi mereka hak untuk membela diri dan menentukan waktu serta tempat pembalasan.


Selain itu, kelompok tersebut menuding Israel terus melakukan agresi selama lebih dari 15 bulan tanpa adanya peringatan serius untuk menghentikan operasi militer atau menarik diri dari wilayah Lebanon yang diduduki.


Israel Luncurkan Serangan Udara Balasan


Tak lama setelah serangan roket dan drone tersebut, militer Israel langsung melancarkan serangan udara ke sejumlah titik di Lebanon. Target utama dilaporkan berada di wilayah selatan Beirut.


Media lokal Lebanon juga melaporkan adanya serangan di beberapa desa di Lebanon selatan serta di kawasan Lembah Bekaa di bagian timur negara itu.


Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya menegaskan bahwa negaranya tidak akan membiarkan Hizbullah menimbulkan ancaman terhadap keamanan warga Israel, khususnya di wilayah utara.


Militer Israel dalam pernyataan resminya menyebut mereka “secara gencar menyerang Hizbullah di seluruh Lebanon” dan menyalahkan kelompok tersebut atas eskalasi yang terjadi.


Gencatan Senjata Rapuh


Sebelumnya, Israel dan Hizbullah sempat mencapai gencatan senjata pada November 2024. Namun, situasi di perbatasan tetap tidak stabil.


Israel disebut masih melakukan operasi militer di berbagai wilayah Lebanon hampir setiap hari, meski kesepakatan gencatan senjata telah diumumkan.


Eskalasi terbaru ini kembali memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah. Serangan saling balas berpotensi menyeret pihak lain dan memperburuk situasi keamanan regional.


Warga sipil di kedua negara kini berada dalam kondisi waspada, sementara komunitas internasional kembali menyerukan de-eskalasi dan dialog guna mencegah pecahnya perang yang lebih besar.

×