Keluhan pelanggan yang kesulitan mendapatkan driver ojek online (ojol) ramai diperbincangkan selama Ramadan 2026. Banyak pengguna mengaku harus menunggu lebih lama saat memesan layanan transportasi maupun pengantaran makanan dan barang.
Menanggapi hal tersebut, perusahaan layanan transportasi digital seperti Grab, Gojek, dan Shopee memberikan penjelasan terkait penyebab meningkatnya waktu tunggu dalam beberapa hari terakhir.
Lonjakan Permintaan Jadi Penyebab Utama
Director of Mobility, Food, & Logistics Grab Indonesia, Tyas Widyastuti, mengatakan pihaknya mengetahui adanya keluhan pengguna terkait lamanya waktu menunggu driver, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Menurut Tyas, secara umum layanan Grab tetap berjalan normal. Namun, pada waktu dan lokasi tertentu pengguna memang bisa mengalami waktu tunggu lebih lama dari biasanya.
Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan signifikan permintaan layanan, baik untuk transportasi maupun pengiriman seperti GrabExpress dan GrabFood. Lonjakan tersebut tidak sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan mitra pengemudi di lapangan.
Selain itu, faktor cuaca juga ikut memengaruhi situasi. Hujan deras yang sempat memicu banjir di sejumlah ruas jalan serta kepadatan lalu lintas membuat mobilitas para driver menjadi lebih terbatas.
Grab mengaku saat ini tengah melakukan berbagai penyesuaian operasional guna menyeimbangkan jumlah permintaan dengan ketersediaan pengemudi, terutama di wilayah dengan permintaan tinggi menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Pola Jam Sibuk Berubah Saat Ramadan
Penjelasan serupa juga disampaikan oleh Head of Driver Operations Gojek, Bambang Adi Wirawan. Ia mengungkapkan bahwa selama Ramadan terjadi perubahan pola pemesanan layanan.
Menurut Bambang, jam sibuk yang biasanya terjadi pada sore hingga malam hari kini dimulai lebih awal, khususnya di kawasan bisnis di pusat Jakarta.
Lonjakan permintaan bahkan sudah terasa sejak pukul 15.30 WIB dan mencapai puncaknya antara pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Perubahan pola ini membuat sistem membutuhkan waktu lebih lama untuk mencocokkan pesanan dengan driver yang tersedia.
Selain itu, sebagian mitra pengemudi juga mulai pulang kampung lebih awal untuk mudik menjelang Idul Fitri. Kondisi ini turut mengurangi jumlah driver aktif di kota-kota besar.
Faktor lain yang memperparah situasi adalah hujan yang menyebabkan genangan air di beberapa titik serta kemacetan yang lebih parah dari biasanya.
Gojek pun mengimbau pengguna untuk merencanakan perjalanan lebih awal agar tidak terburu-buru saat memesan layanan di jam sibuk.
Menjelang libur Lebaran, Gojek juga berencana menerapkan tarif khusus. Kebijakan ini ditujukan untuk memberikan tambahan pendapatan bagi mitra driver yang tetap beroperasi selama periode libur.
Shopee Akui Ketersediaan Driver Menurun
Sementara itu, pihak Shopee juga mengakui adanya penurunan jumlah mitra pengemudi yang melayani layanan pengiriman instan dan same-day delivery di platform mereka.
Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia, Satrya Pinandita, menjelaskan bahwa lonjakan aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri membuat volume pesanan meningkat tajam.
Namun di sisi lain, jumlah mitra pengemudi cenderung berkurang pada periode tersebut. Fenomena ini, kata Satrya, bukan hal baru karena pola serupa juga terjadi pada tahun sebelumnya.
Penurunan ketersediaan driver paling terasa di wilayah Jabodetabek, sementara di daerah luar wilayah tersebut kondisinya relatif lebih stabil.
Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya, perusahaan-perusahaan layanan transportasi digital tersebut terus memantau situasi dan berupaya menyeimbangkan permintaan dengan ketersediaan mitra pengemudi agar layanan tetap berjalan optimal.

