Bataranews – Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, menyarankan agar Presiden Prabowo Subianto mengurangi intensitas pendekatan terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dalam pernyataannya yang dikonfirmasi pada Jumat (10/4/2026), Dino menilai terdapat kesan kuat bahwa Prabowo terlalu bersemangat untuk menjalin kedekatan dengan Trump dalam berbagai kesempatan internasional.
Soroti Intensitas Pertemuan Internasional
Dino mengamati sikap Prabowo dalam sejumlah agenda global, seperti kunjungan ke Washington DC saat bertemu Joe Biden, kehadiran di Sidang Umum PBB di New York, hingga partisipasi dalam World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss.
Meski menilai pertemuan dengan pemimpin dunia adalah hal wajar, Dino menyoroti bahwa upaya tersebut belum membuahkan hasil signifikan, termasuk belum terwujudnya pertemuan bilateral resmi di Gedung Putih dengan Trump.
Kritik terhadap Gaya Kepemimpinan Trump
Dino juga mengkritik gaya kepemimpinan Trump yang dinilai kontroversial. Ia menyebut bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Trump dianggap sebagai sosok yang sulit diprediksi dan cenderung mengabaikan norma internasional.
Menurutnya, hubungan dengan Trump berpotensi tidak setara karena kecenderungan dominasi dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
“Tidak akan ada kesetaraan dalam hubungan dengan Trump,” tegas Dino.
Peringatan Soal Kepentingan Nasional
Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) itu juga mengingatkan agar Indonesia tidak terlena oleh pujian dari Trump.
Ia menilai pujian tersebut tidak selalu mencerminkan kepentingan strategis Indonesia dan bisa berubah sewaktu-waktu.
Selain itu, Dino menyoroti adanya ketimpangan dalam hubungan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah.
Saran Strategi Diplomasi
Dino menyarankan agar Indonesia tetap menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat, namun pada level yang lebih proporsional.
Kerja sama di bidang perdagangan, investasi, teknologi, pendidikan, hingga militer tetap perlu dijaga. Namun, ia menekankan pentingnya mengurangi eksposur langsung Presiden terhadap Trump.
Kesimpulan
Pernyataan Dino Patti Djalal menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan dalam diplomasi internasional. Hubungan antarnegara tidak hanya soal kedekatan personal antar pemimpin, tetapi juga harus berlandaskan kepentingan nasional dan prinsip kesetaraan.


