Bataranews – Roma Keputusan pemerintah Italia untuk menghentikan seluruh penjualan senjata ke Israel menjadi sinyal terbaru retaknya hubungan antara Israel dan negara-negara Eropa yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekatnya.
Langkah ini mempertegas meningkatnya tekanan diplomatik terhadap Israel di kawasan Eropa, terutama sejak konflik di Gaza yang dimulai pada Oktober 2023.
Eropa Mulai Menjauh dari Israel
Hubungan Israel dengan Eropa yang sebelumnya kuat kini mengalami ketegangan serius. Pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dinilai menjadi salah satu faktor pemicu memburuknya relasi tersebut, terutama setelah kebijakan kontroversial terkait reformasi peradilan dan isu aneksasi wilayah Tepi Barat.
Konflik di Gaza memperparah situasi, ditambah dengan ketegangan regional lain seperti serangan ke Lebanon serta sikap Eropa yang tidak sepenuhnya mendukung langkah militer Israel terhadap Iran.
Sejumlah negara Eropa bahkan mulai:
Menangguhkan kerja sama pertahanan
Memberlakukan embargo senjata
Membekukan program kerja sama seperti Horizon Europe
Spanyol dan Prancis Ambil Sikap Tegas
Spanyol menjadi salah satu negara paling vokal dalam mengkritik Israel. Di bawah kepemimpinan Pedro Sánchez, pemerintah Spanyol:
Mengakui negara Palestina
Mengkritik keras operasi militer Israel
Mendorong Uni Eropa menangguhkan perjanjian dengan Israel
Sebagai respons, Israel mengambil langkah balasan diplomatik, termasuk membatasi kerja sama dengan Spanyol.
Sementara itu, Prancis juga mengambil langkah serupa dengan:
Mengakui Palestina
Melarang perusahaan Israel dalam pameran pertahanan
Membatasi akses militer terkait konflik
Israel bahkan menghentikan pengadaan pertahanan dari Prancis dan mengurangi hubungan militer secara signifikan.
Italia Ikut Berbalik Arah
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni turut mengumumkan bahwa negaranya tidak akan memperpanjang perjanjian pertahanan dengan Israel.
Keputusan ini muncul setelah insiden penembakan peringatan oleh pasukan Israel di dekat konvoi penjaga perdamaian Italia di Lebanon.
Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menyebut tindakan tersebut sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima”.
Jerman dan Hungaria Mulai Goyah
Di Jerman, hubungan dengan Israel yang selama ini kuat kini mulai mengalami tekanan. Ketegangan muncul antara Kanselir Friedrich Merz dan Menteri Israel Bezalel Smotrich terkait isu aneksasi wilayah Tepi Barat.
Sementara itu, perubahan politik di Hongaria juga berdampak besar. Setelah kekalahan Viktor Orbán, pemimpin baru Péter Magyar diperkirakan tidak lagi memberikan dukungan otomatis kepada Israel di Uni Eropa.
Tekanan Publik Eropa Meningkat
Tekanan terhadap Israel juga datang dari masyarakat sipil. Inisiatif warga Uni Eropa yang menyerukan penghentian kerja sama dengan Israel telah mengumpulkan lebih dari satu juta tanda tangan.
Gerakan bertajuk “Keadilan untuk Palestina” ini menuntut Uni Eropa menangguhkan perjanjian asosiasi dengan Israel karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia.
Kesimpulan
Meningkatnya jarak antara Israel dan negara-negara utama Eropa seperti Spanyol, Prancis, Italia, dan Jerman menunjukkan perubahan besar dalam peta geopolitik global.
Jika tren ini terus berlanjut, Israel berpotensi menghadapi isolasi diplomatik yang semakin dalam, terutama karena Eropa selama ini merupakan mitra dagang dan politik yang sangat penting.

