Bataranews – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali mengalami penyesuaian per Sabtu, 25 April 2026. Kenaikan signifikan terjadi pada sejumlah BBM nonsubsidi, terutama Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Penyesuaian ini dilakukan oleh Pertamina dengan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, hingga kondisi geopolitik global.
BBM Nonsubsidi Naik Tajam
Tiga jenis BBM nonsubsidi tercatat mengalami lonjakan harga cukup tinggi. Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex menjadi yang paling terdampak.
Di wilayah Jawa Barat misalnya, harga Pertamax Turbo melonjak signifikan dari kisaran Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter.
Dexlite bahkan naik drastis hingga Rp23.600 per liter, sementara Pertamina Dex mencapai Rp23.900 per liter.
Kenaikan ini dipicu oleh fluktuasi harga minyak mentah global serta ketegangan geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi distribusi energi dunia.
BBM Subsidi Tetap Stabil
Berbeda dengan BBM nonsubsidi, harga BBM subsidi masih belum mengalami perubahan.
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Stabilnya harga ini menjadi bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.
Harga Berbeda di Setiap Daerah
Perlu diketahui, harga BBM nonsubsidi tidak seragam di seluruh Indonesia. Perbedaan harga dipengaruhi oleh faktor distribusi, biaya logistik, serta kebijakan regional.
Sebagai contoh:
DKI Jakarta: Pertamax Rp12.300, Dexlite Rp23.600
Sumatera Barat: Pertamax Rp12.900, Dexlite Rp24.650
Kalimantan Selatan: Pertamax Rp12.900, Pertamina Dex Rp24.950
Masyarakat diimbau untuk selalu mengecek harga terbaru melalui aplikasi atau kanal resmi sebelum mengisi BBM.
Faktor Global Jadi Penentu
Perubahan harga BBM tidak lepas dari dinamika global, seperti:
Harga minyak mentah dunia
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Ketegangan geopolitik internasional
Ketiga faktor ini menjadi penentu utama dalam evaluasi harga yang dilakukan secara berkala.
Kesimpulan
Kenaikan harga BBM nonsubsidi kali ini cukup signifikan dan dipengaruhi kondisi global yang tidak stabil. Meski demikian, BBM subsidi masih bertahan untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Penting bagi pengguna kendaraan untuk terus memantau harga terbaru karena perubahan bisa terjadi sewaktu-waktu.
