Bataranews – Indonesia Amankan Pasokan Minyak di Tengah Gejolak Global Indonesia dinilai telah memasuki zona aman dalam hal pasokan minyak setelah menjalin kesepakatan dengan Rusia.
Langkah ini diambil di tengah terganggunya jalur distribusi energi global akibat konflik yang berdampak pada Selat Hormuz, salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia.
Pasokan Tambahan Jadi Penopang Ketahanan Energi
Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menyebut bahwa tambahan pasokan minyak dari Rusia memberikan jaminan stabilitas energi nasional.
Menurutnya, dengan suplai yang mulai terjamin, Indonesia dapat dikatakan berada dalam kondisi aman dari ancaman krisis energi, setidaknya dalam jangka pendek.
Ia juga menegaskan bahwa negara pemasok seperti Rusia memiliki kendali penuh dalam menentukan harga, volume, hingga negara tujuan ekspor minyaknya.
Tak Semua Negara Bisa Membeli Minyak Rusia
Rusia menetapkan syarat khusus bagi negara yang ingin membeli minyaknya, yakni tidak mengikuti skema pembatasan harga yang diberlakukan oleh Uni Eropa dan G7.
Kebijakan ini membuat tidak semua negara bisa mengakses minyak Rusia, meskipun memiliki kemampuan finansial.
Sebagai contoh, Jepang yang merupakan anggota G7, harus mematuhi batas harga tersebut sehingga tidak leluasa membeli minyak dari Rusia.
Indonesia Diuntungkan karena Penuhi Syarat
Indonesia menjadi salah satu negara yang dapat menjalin kerja sama karena tidak terikat pada kebijakan pembatasan harga tersebut.
Kondisi ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mendapatkan pasokan minyak tambahan dengan mekanisme pasar yang lebih fleksibel.
Rusia Siap Pasok Minyak ke Indonesia
Presiden Rusia Vladimir Putin melalui perwakilannya menyatakan kesiapan untuk memasok minyak ke Indonesia.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergey Tolchenov, mengungkapkan bahwa negaranya terbuka terhadap kerja sama dengan Indonesia, termasuk dengan BUMN energi seperti Pertamina.
Rusia juga menyatakan fleksibilitas dalam negosiasi syarat pasokan, sambil menunggu proposal resmi dari pihak Indonesia.
Kesimpulan
Kerja sama dengan Rusia menjadi langkah strategis Indonesia dalam menjaga ketahanan energi di tengah ketidakpastian global.
Dengan akses pasokan tambahan dan posisi yang tidak terikat pada pembatasan harga internasional, Indonesia berada dalam posisi yang relatif lebih aman dibanding banyak negara lain.

