-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Ternyata Ini Alasan Mimpi Bisa Berwarna atau Hitam Putih!

April 13, 2026 Last Updated 2026-04-13T06:51:23Z



Bataranews – Pernahkah Anda terbangun dan bertanya-tanya, apakah mimpi yang baru saja dialami hadir dalam warna-warni atau hanya hitam putih? Pertanyaan ini ternyata telah lama menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan, khususnya dalam bidang psikologi dan neurosains.


Menariknya, jawaban atas fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan cara kerja otak, tetapi juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan media visual yang kita konsumsi setiap hari.


Pengaruh Televisi dan Media Visual


Penelitian menunjukkan adanya perubahan besar dalam cara manusia mengingat warna mimpi dari waktu ke waktu.


Sebelum era televisi berwarna, banyak orang melaporkan bahwa mimpi mereka cenderung monokrom. Namun, setelah hadirnya teknologi layar berwarna, semakin banyak orang mengaku bermimpi dalam warna.


Eric Schwitzgebel, profesor filsafat dari University of California, menjelaskan bahwa persepsi manusia tentang mimpi sering kali dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat di layar.


Menurutnya, karena kita terbiasa dengan media berwarna seperti film atau video di YouTube, kita cenderung menganggap mimpi juga memiliki warna yang sama.


Data historis pun mendukung hal ini. Survei tahun 1942 menunjukkan sekitar 70 persen mahasiswa jarang melihat warna dalam mimpi. Namun, ketika studi serupa dilakukan kembali sekitar 60 tahun kemudian, jumlah tersebut turun drastis hingga di bawah 20 persen.


Mengapa Kita Sulit Mengingat Warna Mimpi?


Salah satu tantangan utama dalam memahami mimpi adalah sifatnya yang sangat subjektif. Kita hanya bisa mengandalkan ingatan setelah bangun tidur.


Michael Schredl dari Central Institute of Mental Health menjelaskan bahwa otak cenderung mengabaikan detail yang dianggap biasa, termasuk warna.


Sebagai contoh, jika seseorang melihat pisang berwarna kuning dalam mimpi, otak mungkin tidak menganggapnya sebagai hal penting sehingga sulit diingat. Sebaliknya, warna yang tidak biasa atau mencolok justru lebih mudah diingat karena memberi efek emosional.


Mimpi: Berwarna, Hitam Putih, atau Kabur?


Ada juga kemungkinan bahwa mimpi tidak sepenuhnya bisa dikategorikan sebagai berwarna atau hitam putih.


Schwitzgebel berpendapat bahwa pengalaman visual dalam mimpi bisa saja bersifat “kabur” atau tidak jelas. Apa yang kita ingat saat bangun mungkin hanyalah hasil rekonstruksi otak yang sudah dipengaruhi oleh persepsi dunia nyata.


Dengan kata lain, mimpi yang kita anggap berwarna bisa jadi bukan representasi asli dari pengalaman saat tidur, melainkan interpretasi ulang oleh otak.


Kesimpulan


Mimpi tidak selalu sesederhana berwarna atau hitam putih. Faktor teknologi, kebiasaan melihat media, serta cara otak menyimpan memori sangat memengaruhi bagaimana kita mengingat mimpi.


Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman mimpi bukan hanya fenomena biologis, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan dan persepsi sehari-hari.

×