Bataranews – Seorang warga negara Indonesia (WNI), Isaac Hansen Averino (24), dilaporkan tewas akibat dugaan penusukan di tempat tinggalnya di Kirchen (Sieg), negara bagian Rheinland-Pfalz, Jerman, pada Rabu (18/03) malam waktu setempat.
Kematian korban mengejutkan keluarga dan kerabat, mengingat tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelumnya.
Korban Sempat Berpamitan Sebelum Kejadian
Menurut keterangan keluarga, Isaac Hansen Averino terakhir kali berkomunikasi pada malam hari sebelum kejadian. Ia sempat berpamitan kepada pacarnya untuk memasak di dapur bersama di tempat tinggalnya.
Namun setelah itu, korban tidak lagi merespons pesan. Kondisi ini dianggap janggal karena biasanya korban rutin memberikan kabar setiap hari.
Kekhawatiran keluarga meningkat setelah korban tidak bisa dihubungi hingga keesokan harinya, sebelum akhirnya mendapat kabar duka.
Terduga Pelaku Tetangga Satu Gedung
Kasus ini juga dilaporkan oleh media Jerman, Tagesschau, yang menyebut seorang pria berusia 27 tahun telah ditahan sebagai terduga pelaku.
Kasus ini kini ditangani oleh kejaksaan di Koblenz sebagai dugaan pembunuhan tanpa perencanaan.
Menurut laporan, korban dan terduga pelaku tinggal di gedung apartemen yang sama dan menggunakan dapur bersama. Diduga, pertengkaran terjadi di lokasi tersebut sebelum insiden penusukan.
Keluarga Pertanyakan Kronologi
Pihak keluarga meragukan klaim adanya pertengkaran sebagai pemicu kejadian.
Ayah korban, Herryanto, menyebut anaknya bukan tipe yang suka berkonflik.
Bahkan, berdasarkan kondisi jenazah, korban mengalami luka serius:
Sekitar 14 luka tusukan
Luka terbuka di bagian kepala
Keluarga menilai tingkat kekerasan tersebut tidak sejalan dengan narasi pertengkaran biasa.
Peran KJRI Frankfurt dan Pemulangan Jenazah
Perwakilan KJRI Frankfurt menyatakan telah menerima laporan pada 18 Maret 2026 dan segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian Jerman dan keluarga korban.
Jenazah korban dipulangkan ke Indonesia pada 27 Maret, tiba pada 28 Maret, dan dimakamkan pada 31 Maret.
Pihak perusahaan tempat korban bekerja, HF Mixing Group, juga memberikan dukungan kepada keluarga selama proses berlangsung.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Hingga kini, otoritas di Jerman masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian.
Pihak KJRI Frankfurt menyebut perkembangan kasus akan terus disampaikan secara berkala.
Dalam sistem hukum Jerman, keluarga korban juga memiliki peluang untuk terlibat sebagai pihak penuntut tambahan dalam persidangan.
Kesimpulan
Kasus tewasnya Isaac Hansen Averino menjadi perhatian serius, baik dari keluarga maupun pemerintah Indonesia. Dengan proses hukum yang masih berjalan, keluarga berharap persidangan dapat mengungkap fakta secara transparan dan memberikan keadilan bagi korban.

