-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

6 Kebiasaan Kelas Menengah yang Sering Dipandang Rendah oleh Kalangan Atas Menurut Psikologi

Mei 19, 2026 Last Updated 2026-05-19T10:24:36Z



Bataranews– Perbedaan latar sosial sering memengaruhi cara seseorang memandang kebiasaan orang lain. Dalam psikologi, beberapa perilaku yang umum dilakukan kelas menengah disebut kerap dipersepsikan berbeda oleh kalangan kelas atas.


Menekankan Tabungan untuk Masa Depan


Banyak keluarga kelas menengah terbiasa memprioritaskan menabung sebagai langkah menjaga kestabilan keuangan. Tujuannya untuk kebutuhan masa depan maupun pengeluaran besar.


Sementara kalangan atas cenderung lebih fokus pada investasi untuk mengembangkan aset dan kekayaan.


Lebih Memilih Kenyamanan


Kelas menengah sering mengutamakan fungsi dan kenyamanan dalam memilih barang, mulai dari pakaian hingga kendaraan.


Pendekatan ini dianggap praktis, namun sebagian kalangan atas memandang pilihan tersebut kurang menonjolkan kemewahan.


Mengukur Sukses dari Pengakuan


Sebagian orang kelas menengah menilai kesuksesan melalui pencapaian yang terlihat, seperti rumah, pekerjaan, atau prestasi keluarga.


Sementara itu, sebagian kalangan atas lebih banyak menilai keberhasilan dari kepuasan pribadi dan pencapaian internal.


Hidup Bergantung pada Gaji


Banyak rumah tangga kelas menengah masih mengandalkan pemasukan bulanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Kondisi ini kerap dipahami berbeda oleh kelompok yang memiliki kebebasan finansial lebih besar.


Fokus pada Pendidikan Praktis


Kelas menengah cenderung memilih pendidikan yang dianggap menjamin pekerjaan stabil. Pilihan jurusan atau keterampilan biasanya diarahkan pada kebutuhan kerja.


Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan ekonomi keluarga.


Cenderung Menghindari Risiko


Dalam urusan keuangan, kelas menengah lebih berhati-hati. Keputusan seperti investasi atau usaha biasanya dipikirkan matang karena risiko kehilangan cukup besar.


Berbeda dengan kelompok yang memiliki cadangan keuangan lebih besar sehingga lebih leluasa mengambil peluang.


Kesimpulan


Perbedaan kebiasaan antar kelompok sosial tidak selalu menunjukkan mana yang lebih baik. Dalam psikologi, kebiasaan tersebut lebih banyak dipengaruhi pengalaman hidup, kondisi ekonomi, serta cara seseorang memandang keamanan dan masa depan.