Fenomena zombie di dunia nyata
Bataranews– Selama ini zombie identik dengan film horor, serial televisi, atau cerita fiksi. Sosok mayat hidup yang berjalan tanpa kesadaran itu sering dianggap hanya imajinasi. Namun dalam dunia nyata, sains menemukan sejumlah fenomena yang menunjukkan kondisi mirip zombie benar-benar ada, meski berbeda dari cerita film.
History of Brazil mencatat salah satu penggunaan awal kata zombie dalam bahasa Inggris pada awal 1800-an. Istilah ini berasal dari kepercayaan di Haiti yang menggambarkan seseorang kehilangan kendali atas diri dan pikirannya.
Semut dan laba-laba bisa menjadi zombie
Salah satu bukti nyata ditemukan pada semut. Jamur Ophiocordyceps menginfeksi tubuh serangga melalui spora, lalu mengambil alih sistem saraf dan otot korbannya. Semut yang terinfeksi akan bergerak mengikuti “perintah” jamur sebelum akhirnya mati.
Spesies yang paling dikenal adalah Ophiocordyceps unilateralis yang menyerang semut tukang kayu. Jamur ini membuat semut memanjat ke tempat tertentu lalu menempel di daun atau batang, agar jamur bisa tumbuh dan menyebarkan spora lebih luas.
Fenomena serupa juga ditemukan pada laba-laba. Tawon parasit Zatypota menaruh telur di tubuh laba-laba. Setelah menetas, larva mengendalikan perilaku inangnya sebelum akhirnya memakan tubuh laba-laba tersebut.
Tanaman dan virus dengan efek mengerikan
Tak hanya hewan, tanaman pun bisa mengalami kondisi serupa. Bakteri Phytoplasma diketahui dapat mengubah pertumbuhan tanaman sehingga gagal berbunga dan justru menumbuhkan daun secara tidak normal. Kondisi ini membantu bakteri menyebar lewat serangga pembawa.
Sementara itu, ilmuwan di Centre National de la Recherche Scientifique menemukan Pithovirus sibericum, virus purba berusia sekitar 30 ribu tahun. Virus ini menarik perhatian karena ukurannya besar untuk jenis virus dan memiliki sekitar 500 gen, jauh lebih banyak dibanding virus umum.
Kasus manusia yang dianggap zombie
Kasus manusia juga pernah tercatat. Pada 1997, jurnal medis The Lancet membahas tiga orang di Haiti yang diyakini masyarakat setempat sebagai zombie karena muncul kembali setelah dinyatakan meninggal.
Peneliti menemukan bahwa kondisi tersebut bukan akibat ilmu hitam, melainkan gangguan medis. Salah satunya mengalami Catatonic schizophrenia, sementara lainnya mengalami kerusakan otak dan epilepsi.
Ada pula kondisi langka bernama Cotard syndrome, yaitu gangguan psikologis yang membuat seseorang yakin dirinya sudah meninggal, tubuhnya membusuk, atau organ tubuhnya berhenti berfungsi.
Fakta ilmiah di balik mitos
Zombie seperti di film memang belum pernah terbukti ada. Namun berbagai organisme nyata menunjukkan perilaku mirip zombie akibat infeksi parasit, jamur, atau gangguan neurologis. Hal ini membuktikan bahwa konsep zombie sebenarnya memiliki dasar ilmiah, hanya bentuknya berbeda dari kisah horor populer.
Kesimpulan
Fenomena zombie bukan sepenuhnya fiksi. Dalam dunia sains, sejumlah hewan, tanaman, bahkan manusia dapat menunjukkan perilaku menyerupai zombie akibat infeksi atau gangguan medis tertentu. Meski bukan mayat hidup seperti di film, bukti ini menunjukkan bahwa “zombie nyata” memang ada dalam bentuk yang lebih masuk akal secara ilmiah.
