-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Menkeu Purbaya Bantah Fiskal Jadi Penyebab Rupiah Melemah: “Saya Sebel yang Bilang Gara-gara Fiskal”

Mei 08, 2026 Last Updated 2026-05-08T08:16:34Z


📉 Rupiah Melemah, Pemerintah Disorot


Bataranews – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian publik setelah sempat menyentuh kisaran Rp 17.400 per dolar AS.


Situasi ini memicu berbagai kritik terhadap kebijakan ekonomi pemerintah, khususnya terkait kondisi fiskal dan pengelolaan APBN.


Namun Purbaya Yudhi Sadewa membantah keras anggapan tersebut.


😠 “Saya Sebel yang Bilang Gara-gara Fiskal”


Dalam media briefing di Jakarta, Rabu (6/5/2026), Purbaya menegaskan bahwa tudingan yang menyebut kebijakan fiskal sebagai penyebab rupiah melemah dinilai tidak tepat.


“Yang kritik kebijakan fiskal kita aneh, dia tidak mengerti apa yang kita kerjakan. Saya sebel sama yang bilang gara-gara fiskal rupiah jeblok,” ujarnya.


Menurutnya, pemerintah justru berhasil menjaga kondisi fiskal tetap stabil di tengah tekanan ekonomi global.


🏦 Pemerintah Klaim APBN Tetap Sehat


Purbaya menjelaskan bahwa pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dilakukan secara hati-hati dan terukur.


Salah satu strategi yang digunakan pemerintah adalah mengoptimalkan pengelolaan kas negara, termasuk pemanfaatan:


Saldo Anggaran Lebih (SAL)

Penempatan dana di sektor perbankan

Penguatan likuiditas ekonomi


Langkah tersebut disebut bertujuan menjaga perputaran uang tetap berjalan agar ekonomi terus tumbuh.


📈 Pemerintah Klaim Ekonomi Tetap Tumbuh


Menurut Purbaya, kebijakan pemerintah saat ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa harus menambah pengeluaran besar dari anggaran negara.


Ia menyebut kondisi tersebut sebagai pencapaian yang sangat penting di tengah tekanan ekonomi global.


“Pemerintah bisa menumbuhkan ekonomi lebih cepat tanpa pengeluaran tambahan. Uangnya masih utuh,” katanya.


🌍 Rupiah Tertekan Faktor Global


Sebelumnya, rupiah memang kembali mengalami tekanan dalam perdagangan pasar keuangan.


Pada penutupan perdagangan Senin (19/1), rupiah tercatat melemah ke level Rp 16.955 per dolar AS.


Beberapa faktor yang disebut memengaruhi pelemahan rupiah antara lain:


Sentimen negatif global

Kebijakan ekonomi Amerika Serikat

Ketidakpastian ekonomi Eropa

Kekhawatiran investor terhadap kondisi domestik


Meski demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut masih dalam batas yang dapat dikendalikan.


⚠️ Perdebatan Fiskal dan Rupiah Masih Berlanjut


Pernyataan Purbaya memicu perhatian publik karena disampaikan secara tegas dan emosional.


Di sisi lain, sejumlah pengamat ekonomi sebelumnya memang sempat menyoroti kondisi fiskal Indonesia sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kepercayaan pasar.


Namun pemerintah menegaskan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi kondisi eksternal global dibanding faktor internal semata.


✅ Kesimpulan


Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak keras anggapan bahwa kebijakan fiskal pemerintah menjadi penyebab utama pelemahan rupiah.


Pemerintah mengklaim APBN tetap sehat dan pengelolaan kas negara berjalan optimal di tengah tekanan ekonomi dunia.


Sementara itu, pelemahan rupiah dinilai lebih dipicu sentimen global yang masih membayangi pasar keuangan internasional.