-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

πŸ“‰πŸ’Έ Sering Boros? Ini 5 Kebiasaan Finansial Buruk yang Harus Dihindari

Mei 03, 2026 Last Updated 2026-05-03T08:13:26Z

 


Bataranews– Menghentikan kebiasaan finansial yang buruk merupakan langkah penting untuk mencapai kondisi keuangan yang lebih sehat dan stabil. Menurut Morgan Housel dalam bukunya The Psychology of Money, keberhasilan finansial seseorang lebih dipengaruhi oleh perilaku terhadap uang dibandingkan tingkat pendidikan atau pengetahuan finansial semata.


Artinya, seseorang bisa saja memahami teori keuangan, tetapi tetap mengalami masalah finansial jika tidak mampu mengendalikan kebiasaan dalam mengelola uang.


🧠 Perilaku lebih penting dari pengetahuan


Dalam praktiknya, banyak kasus menunjukkan bahwa masalah keuangan tidak hanya dialami oleh mereka yang kurang informasi, tetapi juga oleh individu berpendidikan tinggi. Hal ini membuktikan bahwa faktor utama dalam keuangan adalah perilaku, bukan sekadar pengetahuan.


Contohnya termasuk:


korban investasi bodong

penggunaan pinjaman online berlebihan

tagihan kartu kredit yang menumpuk



πŸ’° 1. Kurang bersyukur dan sering membandingkan diri


Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain dapat mendorong gaya hidup konsumtif. Rasa tidak pernah cukup membuat seseorang terus mengejar lebih tanpa batas, sehingga keuangan sulit stabil.


🏦 2. Tidak memiliki kebiasaan menabung


Menabung sebaiknya tidak dilakukan dari sisa uang, tetapi menjadi prioritas di awal. Konsistensi menabung membantu membangun disiplin dan keamanan finansial jangka panjang.


πŸ“Š 3. Tidak membuat perencanaan keuangan (budgeting)


Tanpa anggaran yang jelas, pengeluaran sulit dikontrol. Budgeting membantu memastikan setiap pengeluaran sesuai kebutuhan dan tujuan keuangan yang telah ditetapkan.


πŸ›️ 4. Impulsive buying


Pembelian tanpa pertimbangan sering terjadi atas nama “self-reward”. Jika tidak dikendalikan, kebiasaan ini dapat menyebabkan pengeluaran tidak terkontrol dan tagihan menumpuk.


πŸ’Ž 5. Gaya hidup hedonis


Gaya hidup konsumtif dan mengejar kemewahan sering dianggap normal di era digital. Namun, tanpa kontrol, hal ini dapat membuat seseorang terjebak dalam pola pengeluaran berlebihan demi gengsi dan citra sosial.


🧾 Kesimpulan


Bataranews menegaskan bahwa memperbaiki kondisi keuangan tidak selalu membutuhkan peningkatan penghasilan, tetapi dimulai dari perubahan perilaku. Menghindari kebiasaan finansial buruk seperti konsumtif, tidak menabung, dan hidup hedonis menjadi langkah awal penting menuju kestabilan finansial jangka panjang.