Bataranews– Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, saat sebuah minibus pengantar jemaah haji bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek.
Hingga Sabtu (2/5/2026), jumlah korban meninggal dunia dilaporkan bertambah menjadi lima orang.
⚠️ Korban Terbaru Meninggal Dunia
Korban terbaru yang meninggal adalah Indah Setiyawati (27), warga Desa Sidorejo, Pulokulon.
Ia mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di RSI Sultan Agung Semarang pada Jumat (1/5/2026) malam.
Sebelumnya, Indah sempat dirujuk dari RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi akibat luka berat.
🚗 Kronologi Kecelakaan di Perlintasan Rel
Peristiwa terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.52 WIB.
Sebuah Toyota Avanza yang membawa rombongan pengantar jemaah haji melaju dari arah selatan, namun mengalami masalah saat melintasi rel tanpa palang pintu.
Mobil tersebut tiba-tiba mati mesin tepat di tengah rel.
Di saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melaju kencang dari arah barat menuju timur dan tabrakan tidak bisa dihindari.
Benturan keras membuat mobil terpental hingga sekitar 20 meter sebelum jatuh ke area persawahan.
🚆 Perjalanan Kereta Sempat Terganggu
Pihak PT KAI menyatakan KA sempat berhenti luar biasa di Stasiun Kradenan untuk pemeriksaan.
Setelah dinyatakan aman, perjalanan kereta kembali dilanjutkan beberapa menit setelah kejadian.
⚠️ Imbauan Keselamatan
Pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada saat melintasi rel, terutama di perlintasan tanpa palang pintu.
Kelalaian sekecil apa pun dapat berakibat fatal, seperti yang terjadi dalam tragedi ini.
🧾 Kesimpulan
Tragedi di Grobogan menjadi pengingat keras pentingnya kewaspadaan di perlintasan sebidang. Dengan bertambahnya korban menjadi lima orang, insiden ini kembali menyoroti risiko tinggi kecelakaan antara kendaraan dan kereta api di jalur tanpa pengamanan memadai.
