Bataranews– Dunia medis Indonesia berduka atas meninggalnya dokter internship dr Myta Aprilia Azmy yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.
Kabar duka ini ramai diperbincangkan sejak Jumat (1/5/2026) dan memicu sorotan publik terkait sistem kerja dokter muda di Indonesia.
⚠️ Kondisi Kesehatan Sebelum Meninggal
Berdasarkan informasi yang beredar, kondisi dr Myta mulai menurun sejak Maret 2026 saat bertugas di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.
Ia dilaporkan mengalami:
Demam tinggi
Sesak napas
Saturasi oksigen di bawah 80 persen
Meski kondisinya memburuk, ia tetap menjalankan jadwal jaga hingga akhirnya dirujuk ke Palembang dalam kondisi kritis.
🏥 Sorotan Ikatan Alumni FK Unsri
Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) telah mengirim surat ke Kementerian Kesehatan RI untuk meminta audit terhadap RSUD K.H. Daud Arif.
Dalam surat tersebut, mereka menyoroti:
Dugaan beban kerja berat tanpa istirahat cukup
Minimnya supervisi dokter pembimbing
Keterbatasan fasilitas medis
Dugaan tekanan agar kondisi tidak dipublikasikan
IKA FK Unsri menilai kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan dokter internship.
🧑⚕️ Sosok dr Myta: Dokter Muda Penuh Dedikasi
Semasa hidupnya, dr Myta dikenal sebagai dokter muda yang berdedikasi dan penuh empati.
Ia tengah menjalani masa internship sebagai dokter umum dan dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap profesinya.
Dalam catatan pribadinya, ia menggambarkan dirinya sebagai sosok yang:
Mencintai dunia medis
Ingin memberikan pelayanan terbaik
Menjadikan keluarga sebagai motivasi utama
Di luar pekerjaan, ia juga dikenal sederhana dan dekat dengan teman sejawat.
🧾 Proses dan Penanganan Kasus
Setelah kondisi kritis, dr Myta sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Jenazahnya dikabarkan telah dibawa menuju kampung halaman di Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan.
🧾 Kesimpulan
Kepergian dr Myta Aprilia Azmy tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi dunia medis, tetapi juga memunculkan perhatian serius terhadap sistem kerja dan perlindungan dokter internship di Indonesia. Kasus ini kini menunggu tindak lanjut dari Kementerian Kesehatan.
