Bataranews– Konsumsi gula tambahan yang berlebihan dapat memberikan dampak serius bagi kesehatan, meskipun rasanya manis dan disukai banyak orang karena mampu meningkatkan suasana hati melalui pelepasan dopamin di otak.
Gula memang dapat memberi energi cepat dan rasa senang instan, namun jika dikonsumsi terus-menerus melebihi batas aman yang dianjurkan Kementerian Kesehatan RI yaitu sekitar 50 gram per hari atau 4 sendok makan, tubuh akan mulai memberikan berbagai sinyal peringatan.
π½️ Mudah lapar meski sudah makan
Konsumsi gula berlebih dapat mengganggu sinyal kenyang dalam tubuh. Akibatnya, seseorang lebih cepat merasa lapar kembali meski baru saja makan, sehingga berisiko makan berlebihan.
π£ Mood mudah berubah
Asupan gula yang tinggi dapat memengaruhi kondisi mental. Seseorang bisa menjadi lebih mudah tersinggung, gelisah, atau mengalami perubahan suasana hati secara tiba-tiba.
π΄ Cepat lelah dan kehilangan energi
Gula memang memberikan lonjakan energi, tetapi efeknya singkat. Setelah itu, tubuh dapat mengalami penurunan energi yang membuat seseorang mudah lelah.
π§΄ Masalah pada kulit
Kelebihan gula dapat memicu jerawat, membuat kulit kusam, hingga mempercepat munculnya kerutan akibat proses peradangan dan reaksi glikasi dalam tubuh.
π©Έ Tekanan darah meningkat
Kadar gula tinggi dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko hipertensi jika terjadi dalam jangka panjang.
π€ Nyeri pada sendi
Gula berlebih dapat memicu peradangan dalam tubuh yang berpotensi menimbulkan rasa nyeri pada sendi.
π Gangguan tidur
Konsumsi gula berlebihan dapat mengganggu siklus tidur, sehingga seseorang menjadi sulit tidur atau tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik.
π« Gangguan pencernaan
Beberapa orang dapat mengalami sakit perut, kram, atau diare akibat konsumsi gula yang terlalu tinggi.
π§ Sulit fokus dan konsentrasi
Fluktuasi gula darah dapat memengaruhi fungsi otak, menyebabkan sulit fokus, daya ingat menurun, dan kondisi “brain fog”.
π¦· Gigi berlubang
Bakteri di dalam mulut menggunakan gula sebagai sumber energi dan menghasilkan asam yang merusak enamel gigi sehingga menyebabkan gigi berlubang.
π§Ύ Kesimpulan
Bataranews menegaskan bahwa gula tetap boleh dikonsumsi, namun harus dalam batas wajar. Jika berlebihan, dampaknya dapat dirasakan di banyak aspek kesehatan mulai dari energi, mental, kulit, hingga organ tubuh. Mengontrol konsumsi gula menjadi langkah penting untuk mencegah risiko penyakit kronis di masa depan.

