Bataranews– Para peneliti yang dipimpin Yale University menemukan bahwa medan magnet Bumi pernah mengalami kondisi tidak stabil sekitar 500 juta tahun lalu.
Ilmuwan Temukan Kejanggalan pada Batuan Purba
Selama puluhan tahun, ilmuwan mempelajari jejak medan magnet yang tersimpan dalam batuan purba di berbagai wilayah dunia. Jejak tersebut terekam melalui mineral magnetik di dalam batuan yang menyimpan arah medan magnet dari masa ke masa.
Namun, ketika meneliti batuan dari zaman Ediakara sekitar 630 hingga 540 juta tahun lalu, peneliti menemukan arah medan magnet berubah sangat cepat dan tampak tidak stabil.
Awalnya, kondisi itu membuat ilmuwan menduga benua purba bergerak dengan kecepatan luar biasa cepat, sesuatu yang dianggap mustahil secara geologis.
Medan Magnet Bumi Ternyata Sedang Kacau
Melalui penelitian terbaru terhadap batuan vulkanik kuno di Pegunungan Anti-Atlas, Maroko, para ilmuwan menemukan penyebab sebenarnya bukan berasal dari pergerakan benua.
Penelitian menunjukkan bahwa medan magnet Bumi pada masa itu memang sedang berada dalam kondisi kacau dan sering berbalik arah dalam waktu singkat.
David Evans menyebut timnya berhasil menemukan pola baru dalam perubahan medan magnet Bumi menggunakan metode analisis yang lebih akurat.
Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Science Advances pada Oktober 2025.
Membantah Teori Lama soal Pergeseran Kutub
Temuan terbaru ini sekaligus membantah teori lama bernama true polar wander atau pergeseran kutub sejati.
Teori tersebut sebelumnya menyebut seluruh kerak dan mantel luar Bumi pernah bergerak besar-besaran sementara posisi kutub tetap diam.
Namun setelah dibandingkan dengan batuan sedimen yang lebih tua, peneliti menemukan posisi kutub magnet ternyata tidak banyak berubah.
Para ilmuwan menduga kondisi medan magnet yang tidak stabil berasal dari proses internal Bumi, kemungkinan terkait pembentukan inti planet yang masih berlangsung pada masa itu.
Penelitian Bantu Ungkap Sejarah Evolusi Bumi
Peneliti menilai metode analisis baru ini dapat membantu ilmuwan memahami sejarah Bumi dengan lebih akurat, termasuk pergerakan lempeng tektonik hingga perubahan kondisi planet selama miliaran tahun.
Selain itu, periode Ediakara juga dikenal sebagai masa munculnya bentuk kehidupan kompleks pertama di Bumi. Karena itu, penelitian ini dinilai penting untuk memahami evolusi planet dan kehidupan purba.
Para ilmuwan berharap metode baru tersebut bisa menjadi jembatan untuk menyusun peta sejarah geologi Bumi secara lebih konsisten dari masa purba hingga sekarang.
Kesimpulan
Penemuan ilmuwan Yale membuka pemahaman baru mengenai sejarah medan magnet Bumi yang ternyata pernah berada dalam kondisi sangat tidak stabil. Temuan ini tidak hanya membantah teori lama tentang pergerakan benua, tetapi juga membantu mengungkap evolusi Bumi dan kehidupan purba secara lebih mendalam.
