Bataranews– Tragedi May 1998 riots of Indonesia menyisakan luka mendalam bagi banyak korban, salah satunya Iwan Firman yang selamat setelah menjadi korban kekerasan brutal saat kerusuhan pecah.
Dicegat Saat Bertugas
Iwan mengaku saat itu sedang menjalankan pekerjaan mengantar barang. Di tengah perjalanan, ia dihentikan sekelompok orang tak dikenal di kawasan Jalan Letjen Suprapto.
Tanpa alasan jelas, pria yang kini berusia 65 tahun itu dipaksa berhenti dan diperlakukan seperti pelaku kejahatan.
Dianiaya Hingga Dibakar
Setelah dicegat, Iwan dipukuli beramai-ramai hingga tak berdaya. Tubuhnya diinjak, sementara darah keluar dari mulut dan telinga akibat luka yang diderita.
Yang paling tragis, ia kemudian disiram bensin dari motornya sendiri lalu dibakar hidup-hidup di lokasi kejadian.
Kehidupan Berubah Total
Selamat dari maut, Iwan harus menjalani hidup dengan luka bakar di sekujur tubuh. Kondisi fisik itu membuat aktivitasnya sangat terbatas.
Ia juga mengaku mengalami pukulan batin karena ditinggalkan istri dan keluarganya setelah kejadian tersebut.
Trauma Berkepanjangan
Rasa kehilangan dan kondisi ekonomi yang memburuk membuat Iwan sempat mengalami depresi berat. Ia bahkan mengaku beberapa kali mencoba mengakhiri hidup.
Bagi Iwan, luka batin akibat ditinggalkan keluarga jauh lebih berat dibanding rasa sakit akibat luka bakar yang dialami.
Harapan kepada Pemerintah
Hingga kini, Iwan berharap bisa bertemu langsung dengan Prabowo Subianto untuk menceritakan kisahnya.
Ia juga berharap korban selamat tragedi Mei 1998 mendapat perhatian dan bantuan yang lebih nyata dari pemerintah.
Kesimpulan
Tragedi Mei 1998 bukan sekadar catatan sejarah, tetapi meninggalkan penderitaan panjang bagi para korban. Kisah Iwan menjadi pengingat bahwa luka masa lalu masih dirasakan hingga sekarang.
