Bataranews– Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan masyarakat tidak perlu mengganti maupun memodifikasi kompor saat beralih dari penggunaan LPG ke Compressed Natural Gas (CNG).
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor LPG dengan memanfaatkan cadangan gas bumi domestik.
ESDM Pastikan Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa teknologi tabung CNG terbaru telah dirancang kompatibel dengan perangkat memasak yang digunakan masyarakat saat ini.
“Kompor tidak perlu diganti, tinggal plug, sudah mengalir. Tadinya pakai LPG, sekarang pakai CNG,” ujar Laode dalam acara “CNG & LNG untuk Rakyat”.
Ia juga menyebut tabung CNG tipe terbaru memungkinkan penggunaan langsung tanpa modifikasi tambahan pada kompor rumah tangga.
Api Lebih Biru dan Pembakaran Dinilai Lebih Efisien
Menurut Laode, penggunaan CNG memiliki kualitas pembakaran yang lebih baik dibanding LPG.
Hal tersebut terlihat dari warna api yang dihasilkan cenderung lebih biru, yang menjadi indikator pembakaran lebih efisien dan stabil.
Pemerintah saat ini juga memprioritaskan pengembangan tabung CNG ukuran kecil, terutama kapasitas 3 kilogram atau tipe 4 agar lebih mudah digunakan rumah tangga.
Selama ini, penggunaan CNG lebih banyak dimanfaatkan oleh hotel, restoran, hingga sektor industri dengan kapasitas tabung besar.
Pemerintah Klaim CNG Lebih Murah dari LPG
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut CNG menjadi solusi strategis kebutuhan energi nasional karena seluruh bahan bakunya tersedia di dalam negeri.
Pemerintah juga mengklaim biaya penggunaan CNG dapat lebih murah sekitar 30 hingga 40 persen dibanding LPG 3 kilogram.
Berdasarkan simulasi, jika harga LPG 3 kg berada di angka Rp18.000 per tabung, maka harga CNG diperkirakan berkisar:
Rp12.600 per tabung untuk penghematan 30 persen
Rp10.800 per tabung untuk penghematan 40 persen
Rumah Tangga Berpotensi Hemat Puluhan Ribu Rupiah
Dengan asumsi satu rumah tangga memakai empat tabung gas per bulan, maka pengeluaran bulanan menggunakan LPG mencapai sekitar Rp72.000.
Jika beralih ke CNG, biaya diperkirakan turun menjadi:
Rp50.400 per bulan dengan penghematan 30 persen
Rp43.200 per bulan dengan penghematan 40 persen
Artinya, rumah tangga bisa menghemat sekitar Rp21.600 hingga Rp28.800 setiap bulan.
Pemerintah juga mengungkapkan adanya penemuan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang akan dimanfaatkan untuk memperkuat pasokan energi domestik.
Kesimpulan
Pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu mengganti kompor saat beralih dari LPG ke CNG karena teknologi tabung terbaru sudah kompatibel dengan perangkat rumah tangga. Selain dinilai lebih efisien, penggunaan CNG juga diklaim mampu menghemat biaya energi rumah tangga hingga 40 persen dibanding LPG.

