-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Jelang HUT RI ke-81, Dasco Panggil Panglima TNI dan Kapolri Bahas Keamanan Nasional

Agustus 11, 2026 Last Updated 2026-08-11T12:31:45Z



Bataranews– Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memanggil Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).


Pertemuan tersebut membahas perkembangan keamanan nasional sekaligus kesiapan aparat menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.


Pertemuan berlangsung di tengah munculnya berbagai informasi di media sosial yang mengaitkan momentum Agustus dengan kemungkinan terjadinya aksi massa maupun kerusuhan.


DPR Bahas Kesiapan Keamanan


Rapat yang digelar secara tertutup tersebut dihadiri Panglima TNI dan Kapolri. Sejumlah kepala staf angkatan juga turut hadir.


Di antaranya KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, serta KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.


Sejumlah pimpinan komisi DPR yang berkaitan dengan bidang pertahanan dan keamanan juga mengikuti pertemuan tersebut.


Dasco sebelumnya menjelaskan bahwa koordinasi diperlukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi keamanan nasional dan kesiapan aparat menghadapi berbagai agenda besar selama Agustus.


Selain peringatan HUT Kemerdekaan RI, terdapat pula agenda kenegaraan seperti Sidang Tahunan MPR RI.


Panglima TNI Minta Warga Tak Mudah Terprovokasi


Usai pertemuan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial.


Ia meminta masyarakat berhati-hati terhadap berita yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.


"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah terprovokasi oleh beredarnya berita-berita di media sosial yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar Agus.


Menurut Agus, informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya berpotensi menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan di tengah masyarakat.


TNI dan Polri, kata dia, akan terus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.


Isu Kerusuhan Kembali Beredar di Media Sosial


Kekhawatiran mengenai potensi kerusuhan menjelang 17 Agustus muncul setelah sejumlah konten di media sosial membahas kemungkinan adanya aksi besar di Jakarta.


Situasi tersebut juga dikaitkan dengan pengalaman pada Agustus 2025 ketika aksi demonstrasi di sejumlah wilayah berkembang menjadi kericuhan.


Sejumlah video lama yang memperlihatkan demonstrasi dan kerusuhan bahkan kembali beredar. Sebagian unggahan kemudian diklaim sebagai gambaran mengenai kondisi yang akan terjadi pada Agustus 2026.


Namun, masyarakat diingatkan untuk tidak langsung mempercayai narasi tersebut tanpa adanya konfirmasi dari sumber resmi.


Pemerintah Bantah Pagar Mal Berkaitan dengan Isu Kerusuhan


Isu lain yang ikut menjadi perhatian adalah pemasangan pagar atau pembatas tambahan di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta.


Pemasangan pembatas tersebut sempat dikaitkan dengan dugaan adanya informasi mengenai potensi kerusuhan.


Namun, pemerintah telah membantah anggapan tersebut.


Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago sebelumnya menyatakan bahwa pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan tidak berkaitan dengan informasi mengenai rencana kerusuhan pada Agustus 2026.


Menurutnya, keberadaan pagar berkaitan dengan kebutuhan pengamanan pusat perbelanjaan secara umum. Sejumlah pembatas yang dinilai tidak sesuai ketentuan juga telah ditertibkan.


TNI-Polri Siapkan Pengamanan


Panglima TNI memastikan aparat keamanan tetap melakukan patroli dan pengamanan di berbagai wilayah.


Masyarakat juga diminta tetap menjalankan aktivitas seperti biasa dan menyambut peringatan HUT Kemerdekaan dalam suasana yang aman serta kondusif.


Koordinasi antara DPR, TNI, dan Polri dinilai penting untuk memastikan berbagai agenda kenegaraan selama Agustus dapat berlangsung dengan lancar.


Di sisi lain, masyarakat diharapkan tidak ikut menyebarkan kabar bohong, video lama, maupun narasi provokatif yang belum terverifikasi.


Penyebaran informasi semacam itu justru berpotensi menimbulkan kepanikan dan memperkeruh situasi.


Kesimpulan


DPR bersama TNI dan Polri melakukan koordinasi mengenai kondisi keamanan nasional menjelang HUT RI ke-81 dan sejumlah agenda kenegaraan pada Agustus 2026. Di tengah beredarnya isu potensi kerusuhan, Panglima TNI meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terbukti kebenarannya.