Bataranews– Perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Hasil tersebut membuat PSSI mengaku cukup terkejut, mengingat skuad Garuda memiliki sejumlah pemain berkualitas.
Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan hasil tersebut memang tidak sesuai dengan harapan. Namun, ia mengingatkan bahwa sepak bola selalu memiliki kemungkinan yang tidak terduga.
"Memang kita tidak menyangka kegagalan ini, ya kita juga paham bahwa sepak bola itu bulat," ujar Yunus Nusi kepada wartawan, Senin (10/8/2026).
PSSI Minta Pemain Tidak Dihujat
Meski hasil Timnas Indonesia mengecewakan, Yunus Nusi meminta suporter dan warganet tidak melampiaskan kekecewaan kepada para pemain.
Menurutnya, para pemain tetap merupakan aset penting bagi masa depan sepak bola Indonesia dan telah memberikan kontribusi dalam sejumlah pertandingan sebelumnya.
Yunus juga mengajak publik melihat perjalanan skuad Garuda secara objektif. Ia menyinggung beberapa hasil positif yang sebelumnya berhasil diraih Timnas Indonesia, termasuk kemenangan atas Oman dan Mozambik serta pertandingan melawan Bulgaria.
Karena itu, kegagalan di Piala AFF 2026 tidak seharusnya membuat pemain menjadi sasaran hujatan maupun tindakan negatif.
Ada 14 Pemain yang Tidak Memperkuat Garuda
Yunus Nusi kemudian mengungkap salah satu faktor yang menurutnya memengaruhi kekuatan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Menurut dia, terdapat sekitar 14 pemain yang berkarier di Eropa dan tidak memperkuat skuad Garuda pada turnamen tersebut.
PSSI memilih tidak memaksakan para pemain tersebut untuk bergabung dengan Timnas Indonesia. Langkah itu dilakukan dengan tetap menjaga hubungan baik dan komunikasi dengan klub tempat mereka bermain.
Yunus menilai kondisi tersebut membuat kekuatan Timnas Indonesia tidak berada dalam komposisi terbaiknya.
Ia bahkan memperkirakan peluang Indonesia meraih prestasi lebih tinggi akan semakin besar jika para pemain tersebut bisa tampil.
Skuad Garuda Tetap Diperkuat Banyak Pemain Naturalisasi
Meski kehilangan sejumlah pemain yang bermain di Eropa, Timnas Indonesia sebenarnya tetap membawa skuad dengan kualitas cukup mentereng.
Tim asuhan John Herdman tersebut diperkuat sejumlah pemain naturalisasi yang bermain di kompetisi Super League.
Terdapat sekitar 11 pemain naturalisasi dalam skuad Garuda yang memiliki pengalaman bermain di level kompetitif.
Namun, kedalaman skuad tersebut belum cukup untuk membawa Indonesia melangkah jauh di Piala AFF 2026.
Hasil Berbeda dengan Era Shin Tae-yong
Kegagalan di fase grup Piala AFF 2026 mengingatkan publik pada perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2024.
Ketika itu, Indonesia juga menggunakan komposisi yang didominasi pemain muda. Skuad Garuda akhirnya gagal melangkah ke fase berikutnya setelah tersingkir di babak penyisihan grup.
Hasil tersebut kemudian menjadi salah satu bagian dari evaluasi terhadap Shin Tae-yong yang akhirnya tidak lagi menangani Timnas Indonesia.
Kini, John Herdman menghadapi tantangan serupa setelah Garuda kembali gagal memenuhi ekspektasi di ajang Asia Tenggara.
PSSI Siapkan Evaluasi
Kegagalan di Piala AFF 2026 tentu menjadi pekerjaan rumah bagi PSSI dan tim kepelatihan.
Selain mengevaluasi hasil pertandingan, komposisi pemain serta strategi yang diterapkan juga akan menjadi perhatian.
PSSI berharap kegagalan tersebut tidak mengganggu perkembangan para pemain yang masih diproyeksikan menjadi bagian penting Timnas Indonesia di masa depan.
Yunus Nusi juga mengingatkan suporter untuk tetap memberikan dukungan dan tidak melakukan tindakan yang justru dapat merugikan pemain.
Kesimpulan
PSSI mengaku terkejut dengan kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Salah satu faktor yang disoroti adalah absennya sekitar 14 pemain yang berkarier di Eropa. Meski demikian, PSSI meminta publik tidak menghujat pemain dan menjadikan kegagalan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk perkembangan skuad Garuda.


