-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Prabowo Kumpulkan Tokoh Ekonomi Era SBY, Bahas Pengalaman Hadapi Krisis 2008

Mei 23, 2026 Last Updated 2026-05-23T08:46:21Z



Bataranews– Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ekonomi era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ke Istana Kepresidenan Jakarta untuk membahas pengalaman menghadapi krisis ekonomi 2008.


Bahas Pengalaman Krisis 2008


Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.


Beberapa tokoh ekonomi yang hadir di antaranya mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah, mantan Kepala Bappenas Paskah Suzetta, serta Lukita Dinarsyah Tuwo.


Menurut Airlangga, para tokoh tersebut berbagi pengalaman menghadapi gejolak ekonomi global pada periode 2004–2014.


Soroti Inflasi dan Harga Minyak


Dalam diskusi itu turut dibahas lonjakan harga minyak dunia pada 2005 yang sempat mencapai 140 dolar AS per barel.


Kondisi tersebut disebut memicu tekanan inflasi dan gejolak nilai tukar rupiah pada masa itu.


Airlangga menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini relatif lebih baik dengan fundamental yang lebih kuat dibanding periode krisis sebelumnya.


Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas


Presiden Prabowo juga meminta pemerintah memantau regulasi sektor keuangan dan menjaga kehati-hatian perbankan nasional.


Selain itu, pemerintah disebut akan mengkaji penguatan permodalan bank untuk memperkuat sistem keuangan nasional.


Burhanuddin: Pengalaman Masa Lalu Jadi Pelajaran


Burhanuddin Abdullah mengatakan pertemuan tersebut membahas pengalaman masa lalu yang dinilai relevan untuk menghadapi tantangan ekonomi saat ini.


Menurutnya, diperlukan koordinasi kuat antara kebijakan fiskal dan moneter agar pemerintah mampu menghadapi tekanan ekonomi global secara efektif.


Kesimpulan


Pertemuan Presiden Prabowo dengan tokoh ekonomi era SBY menunjukkan upaya pemerintah menyerap pengalaman masa lalu dalam menghadapi potensi gejolak ekonomi. Stabilitas fiskal, perbankan, dan koordinasi kebijakan menjadi fokus utama pembahasan.