-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Proyek DDT Manggarai–Cikarang Mangkrak, Disebut Jadi Akar Risiko Kecelakaan Kereta

Mei 02, 2026 Last Updated 2026-05-02T11:36:50Z



Bataranews– Proyek Double Double Track (DDT) lintas Stasiun Manggarai hingga Cikarang kembali menjadi sorotan setelah dinilai belum tuntas sepenuhnya dan berpotensi memengaruhi keselamatan perjalanan kereta.

DDT sendiri merupakan sistem empat jalur rel yang memisahkan perjalanan kereta jarak jauh dan KRL untuk meningkatkan kapasitas sekaligus keamanan.


🚆 Target Lama, Realisasi Terus Molor

Proyek ini sebenarnya telah direncanakan sejak 2002 dan sempat ditargetkan rampung pada 2018 hingga 2020.

Namun hingga kini, pembangunan baru terselesaikan pada lintas Manggarai–Bekasi melalui Stasiun Jatinegara.

Artinya, jalur Bekasi hingga Cikarang masih digunakan bersama oleh KRL dan kereta jarak jauh.


⚠️ Sorotan Usai Kecelakaan Bekasi Timur

Keterlambatan proyek DDT kembali disorot pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur.

Sejumlah pihak menilai penggunaan jalur campuran (mixed traffic) antara KRL dan kereta antarkota meningkatkan risiko operasional.

Mantan Komisaris PT KAI, Riza Primadi, bahkan menyebut ketiadaan DDT di lintasan tersebut sebagai akar masalah yang kerap diabaikan.


📊 Masalah Klasik: Lahan dan Pembiayaan

Beberapa faktor yang menyebabkan proyek ini tersendat antara lain:



Pembebasan lahan yang kompleks



Skema pembiayaan yang berubah-ubah



Koordinasi antar lembaga yang belum optimal



Padahal, proyek ini awalnya didukung pembiayaan dari Japan International Cooperation Agency.


🚉 Penting untuk Kapasitas dan Keselamatan

Pemisahan jalur KRL dan kereta jarak jauh dinilai krusial karena:



Mengurangi risiko tabrakan



Memperpendek headway (jarak antar kereta)



Meningkatkan kapasitas perjalanan



Para ahli transportasi menilai DDT bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi kebutuhan mendesak untuk sistem perkeretaapian yang lebih aman.


🏗️ Evaluasi dan Rencana Ke Depan

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyatakan akan mengevaluasi kelanjutan proyek DDT, termasuk skema pembiayaan bersama dengan PT Kereta Api Indonesia.

Ke depan, pengelolaan prasarana perkeretaapian direncanakan akan sepenuhnya berada di bawah KAI, sementara pemerintah berperan sebagai regulator.


🧾 Kesimpulan

Proyek DDT Manggarai–Cikarang yang belum tuntas tidak hanya berdampak pada kapasitas, tetapi juga keselamatan perjalanan kereta. Penyelesaian proyek ini menjadi kunci untuk menciptakan sistem transportasi rel yang lebih aman dan efisien di masa depan.