-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Purbaya Balas Kritik The Economist soal Kebijakan Prabowo, Sebut Fiskal Indonesia Tetap Aman

Mei 19, 2026 Last Updated 2026-05-19T10:47:36Z



Bataranews– Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kritik media internasional The Economist terkait kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto yang dinilai berisiko terhadap kondisi fiskal nasional.


Kritik soal Program Prioritas


The Economist menyoroti program makan bergizi gratis dan koperasi desa sebagai kebijakan yang dinilai berpotensi membebani anggaran negara.


Media tersebut menilai dua program unggulan pemerintah membutuhkan pembiayaan besar dan dapat memberi tekanan pada APBN.


Pemerintah Sebut Defisit Terkendali


Purbaya menegaskan kondisi fiskal Indonesia tetap aman. Menurutnya, defisit APBN masih terjaga di bawah ambang batas 3 persen dari PDB.


Ia menyebut capaian defisit tahun sebelumnya berada di kisaran 2,8 persen, yang dinilai masih sehat untuk menjaga kestabilan keuangan negara.


Bandingkan dengan Negara Eropa


Purbaya juga menilai kritik tersebut tidak sepenuhnya adil. Ia membandingkan Indonesia dengan sejumlah negara Eropa yang memiliki defisit lebih tinggi.


Menurutnya, kondisi fiskal Indonesia masih lebih baik jika dilihat dari rasio defisit maupun pengelolaan anggaran.


Soroti Rasio Utang


Selain defisit, ia juga menyinggung rasio utang Indonesia yang disebut masih berada di sekitar 40 persen terhadap PDB.


Angka itu dinilai lebih rendah dibanding sejumlah negara maju yang memiliki rasio utang mendekati 100 persen terhadap PDB.


Kesimpulan


Pemerintah menilai kondisi fiskal Indonesia tetap terkendali meski mendapat sorotan media asing. Perdebatan ini menunjukkan perhatian internasional terhadap arah kebijakan ekonomi di bawah pemerintahan Prabowo.