-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Rupiah Melemah, Bank Indonesia Minta Masyarakat Tak Panic Buying Dolar AS

Mei 26, 2026 Last Updated 2026-05-26T07:16:09Z



Bataranews– Bank Indonesia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying dolar Amerika Serikat di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut.


Bank sentral menilai aksi borong dolar secara berlebihan justru dapat memicu kepanikan di pasar keuangan domestik.


BI Bandingkan dengan Panic Buying Saat Pandemi


Direktur Departemen Pendalaman Pasar Keuangan Bank Indonesia, Ruth, mengatakan fenomena panic buying dolar saat ini mirip dengan aksi panic buying kebutuhan pangan yang pernah terjadi pada masa pandemi Covid-19.


Menurutnya, masyarakat sebaiknya membeli dolar Amerika Serikat sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.


“Panic buying terhadap dolar AS dapat disandingkan dengan kondisi panic buying pangan saat pandemi Covid-19,” ujarnya.


Likuiditas Dolar Dipastikan Aman


Meski nilai tukar rupiah mengalami tekanan, Bank Indonesia memastikan kondisi likuiditas dolar Amerika Serikat di dalam negeri masih aman.


Pasokan valuta asing disebut tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun kegiatan usaha penukaran valuta asing atau KUPVA.


BI juga memastikan stabilitas pasar keuangan terus dijaga agar aktivitas transaksi valas tetap berjalan normal.


Rupiah Mengalami Tekanan


Pelemahan rupiah terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan penguatan dolar Amerika Serikat di pasar internasional.


Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mulai khawatir dan memilih menukarkan rupiah ke dolar AS sebagai langkah antisipasi.


Namun Bank Indonesia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik karena kondisi fundamental ekonomi nasional masih terkendali.


Kesimpulan


Bank Indonesia meminta masyarakat tetap tenang menghadapi pelemahan rupiah dan tidak melakukan panic buying dolar Amerika Serikat. BI juga memastikan likuiditas valas di dalam negeri aman dan kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi secara normal.