-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

🚶‍♂️⚠️Sering Jalan Kaki Tapi Tak Sehat? Ini Cara Jalan Kaki yang Benar Menurut Dokter

Mei 04, 2026 Last Updated 2026-05-04T07:40:18Z



Bataranews– Jalan kaki tidak selalu memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan jika dilakukan secara terputus-putus tanpa ritme yang jelas.


Jalan Kaki Harus Kontinu dan Stabil


Dokter ilmu faal olahraga klinis, dr. Iwan Wahyu Utomo, menjelaskan bahwa jalan kaki sebagai olahraga harus dilakukan secara dinamis, stabil, dan berkelanjutan.


Berbeda dengan aktivitas harian seperti berjalan sebentar lalu berhenti, jalan kaki sebagai olahraga idealnya dilakukan tanpa banyak jeda agar tubuh bisa beradaptasi.


Durasi Minimal 30 Menit


Menurut Iwan, tubuh membutuhkan waktu untuk masuk ke fase pembakaran energi dan meningkatkan kerja jantung.

Karena itu, jalan kaki sebaiknya dilakukan minimal 30 menit tanpa henti. Jika terpaksa dibagi, bisa dilakukan dalam dua sesi, namun tetap harus menjaga kontinuitas di tiap sesi.


⚽ Subjudul 3: Risiko Jalan Kaki Putus-putus


Jalan kaki yang sering berhenti membuat tubuh sulit mencapai intensitas latihan yang dibutuhkan.


Akibatnya, manfaat seperti pembakaran kalori, peningkatan kebugaran jantung, dan daya tahan tubuh tidak optimal.


Namun, rasa lelah ringan masih tergolong normal selama tidak disertai gejala seperti nyeri dada, pusing, atau sesak napas berlebihan.


Kunci Utama adalah Ritme dan Konsistensi


Jalan kaki yang sehat bukan hanya soal jumlah langkah, tetapi juga ritme yang stabil dan konsisten.


Bagi pemula, disarankan memulai secara bertahap dari 10 menit, lalu meningkat hingga 30 menit per hari.


Dengan pola yang tepat, jalan kaki dapat membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan energi, serta mengurangi stres.


🧾 Kesimpulan


Jalan kaki akan memberikan manfaat maksimal jika dilakukan secara kontinu, stabil, dan konsisten. Bukan sekadar banyak langkah, tetapi ritme yang tepat menjadi kunci utama menjaga kesehatan tubuh.