-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Viral Siswa SMKN 4 Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Sekolah Buka Suara

Mei 10, 2026 Last Updated 2026-05-10T07:49:33Z


Bataranews– Kisah meninggalnya Mandala Rizky Syahputra, siswa kelas XI SMKN 4 Samarinda, menjadi sorotan publik setelah terungkap ia diduga selama ini memakai sepatu sekolah yang kekecilan karena keterbatasan ekonomi keluarga.


Kondisi Mandala Jadi Perhatian Publik


Mandala diketahui berasal dari keluarga kurang mampu. Sang ibu, Ratnasari, mengungkapkan putranya menggunakan sepatu ukuran 40 meski ukuran kaki sebenarnya mencapai 44.


Untuk mengurangi rasa sakit, Mandala bahkan menyelipkan pembungkus buah berwarna pink ke dalam sepatunya agar lebih nyaman dipakai saat sekolah maupun menjalani kegiatan magang.


Meski sering menahan nyeri hingga kakinya memerah dan membengkak, Mandala tetap berusaha mengikuti aktivitas belajar seperti biasa.


Kondisi Memburuk Saat Menjalani Magang


Pada Februari hingga Maret 2026, Mandala mengikuti program praktik kerja lapangan di salah satu pusat perbelanjaan.


Menurut keluarganya, kondisi kaki Mandala semakin memburuk karena ia harus berdiri dalam waktu lama selama menjalani magang. Infeksi pada kaki disebut makin parah hingga memengaruhi kondisi tubuhnya secara keseluruhan.


Memasuki April 2026, kondisi kesehatan Mandala mulai menurun. Ia beberapa kali izin tidak mengikuti pelajaran karena sakit dan terlihat pucat saat berada di sekolah.


Sekolah Beri Bantuan dan Bantah Penyebab Kematian


Pihak sekolah menyatakan selama ini telah memberikan perhatian kepada Mandala berupa bantuan seragam, perlengkapan sekolah, sembako, hingga bantuan uang sewa kontrakan dan zakat.


Pada 20 April 2026, Mandala sempat mengirim foto kondisi kakinya yang membengkak kepada wali kelas sambil meminta bantuan dana pengobatan.


Setelah mengetahui kondisi sepatu Mandala yang sudah tidak muat, wali kelas bersama teman-temannya disebut langsung berinisiatif membelikan sepatu baru dan berencana membawa Mandala berobat.


Namun sebelum bantuan tersebut terlaksana, Mandala meninggal dunia pada Jumat dini hari, 24 April 2026.


Meski viral disebut meninggal akibat sepatu kekecilan, pihak SMKN 4 Samarinda membantah adanya kepastian medis terkait hal tersebut.


Sekolah menyatakan tidak ditemukan luka pada bagian tumit maupun jari kaki Mandala, sementara pembengkakan terjadi pada bagian punggung kaki. Hingga kini belum ada diagnosis resmi yang memastikan penyebab kematiannya.


DPR Sebut Jadi Alarm Dunia Pendidikan


Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, menilai kasus Mandala menjadi alarm penting bagi dunia pendidikan agar lebih peka terhadap kondisi sosial dan kesehatan siswa.


Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga harus memiliki mekanisme deteksi dini terhadap kondisi ekonomi, kesehatan, dan kebutuhan dasar peserta didik.


Kesimpulan


Kasus Mandala menyita perhatian publik karena memperlihatkan beratnya perjuangan seorang siswa di tengah keterbatasan ekonomi. Meski penyebab pasti kematiannya belum dipastikan secara medis, peristiwa ini menjadi pengingat penting tentang perlunya perhatian lebih terhadap kesejahteraan dan kesehatan siswa di lingkungan pendidikan.