Bataranews– Hari Arafah merupakan salah satu hari istimewa dalam Islam yang memiliki banyak keutamaan. Pada momen tersebut, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan memohon ampun kepada Allah SWT karena diyakini menjadi waktu yang mustajab untuk berdoa.
Hari Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Hari Raya Idul Adha.
Keutamaan Hari Arafah
Hari Arafah dikenal sebagai waktu ketika jutaan jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Dalam ajaran Islam, hari tersebut termasuk salah satu hari paling mulia.
Rasulullah SAW juga menyebut bahwa doa terbaik adalah doa yang dipanjatkan pada Hari Arafah.
Umat Muslim yang tidak sedang berhaji dianjurkan untuk menjalankan puasa Arafah dan memperbanyak ibadah.
Waktu Mustajab untuk Berdoa
Pada Hari Arafah, umat Muslim dianjurkan memperbanyak doa sejak pagi hingga menjelang Maghrib.
Namun, waktu yang paling dianjurkan untuk berdoa adalah:
setelah salat fardu
menjelang waktu berbuka puasa Arafah
saat sore hari hingga matahari terbenam
Banyak ulama menjelaskan bahwa menjelang Maghrib di Hari Arafah menjadi salah satu waktu paling mustajab karena penuh rahmat dan ampunan Allah SWT.
Amalan yang Dianjurkan
Selain berdoa, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan saat Hari Arafah, antara lain:
puasa Arafah
membaca dzikir dan takbir
memperbanyak istighfar
membaca Al-Qur’an
bersedekah
Doa yang dipanjatkan juga dapat berisi permohonan ampunan, kesehatan, rezeki, hingga keselamatan dunia dan akhirat.
Kesimpulan
Hari Arafah menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada hari tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan ibadah karena dipercaya sebagai waktu yang penuh keberkahan dan mustajab untuk memohon ampunan serta kebaikan hidup.

.webp)