-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

AS Serang Iran, Teheran Tutup Total Selat Hormuz dan Ancam Kapal yang Melintas

Juni 12, 2026 Last Updated 2026-06-12T04:02:02Z



Bataranews– Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Washington melancarkan serangan terbaru yang disebut menyasar sejumlah target strategis di wilayah Iran. Langkah tersebut langsung memicu respons keras dari Teheran yang menilai aksi militer tersebut sebagai bentuk eskalasi berbahaya.


Iran Tutup Total Selat Hormuz


Sebagai respons atas serangan tersebut, otoritas militer Iran mengumumkan penutupan total Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan. Jalur pelayaran yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia itu kini dinyatakan tertutup bagi seluruh aktivitas pelayaran.


Iran juga memperingatkan bahwa kapal yang mencoba melintasi wilayah tersebut berisiko menjadi sasaran serangan. Kebijakan ini memicu kekhawatiran dunia mengingat Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak global.


Serangan dan Ledakan di Sejumlah Wilayah


Militer Amerika Serikat menyatakan operasi udara yang dilakukan merupakan respons terhadap tindakan Iran yang dinilai mengancam stabilitas kawasan.


Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan sejumlah ledakan terjadi di beberapa wilayah strategis, termasuk Pulau Qeshm, Bandar Abbas, Sirik, dan Kargan. Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan korban luka dan kerusakan di sejumlah lokasi.


Dua Kapal Tanker Dikabarkan Diserang


Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menuduh Amerika Serikat telah berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dicapai.


Tak lama setelah pengumuman penutupan Selat Hormuz, IRGC mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak yang disebut mencoba melintasi jalur tersebut secara ilegal. Klaim tersebut semakin memperbesar kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi dunia.


Berawal dari Aksi Saling Serang


Eskalasi terbaru terjadi setelah kedua negara terlibat aksi saling serang dalam beberapa hari terakhir. Ketegangan meningkat usai insiden jatuhnya helikopter Apache milik militer Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz.


Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga sempat melontarkan peringatan keras kepada Iran dan menyatakan Washington siap mengambil tindakan tegas apabila situasi terus memburuk.


Presiden Iran Kecam Serangan AS


Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam keras serangan yang dilakukan Amerika Serikat. Menurutnya, target yang diserang merupakan infrastruktur penting yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat.


Ia menegaskan Iran tidak akan menyerah terhadap tekanan maupun ancaman militer dari pihak luar dan akan terus mempertahankan kedaulatan negaranya.


Dampak terhadap Ekonomi Global


Penutupan Selat Hormuz berpotensi memberikan dampak besar terhadap perekonomian dunia. Jalur tersebut selama ini menjadi rute utama pengiriman jutaan barel minyak setiap hari ke berbagai negara.


Jika situasi terus berlanjut, harga minyak dunia diperkirakan dapat mengalami lonjakan signifikan yang berimbas pada inflasi, biaya energi, dan stabilitas ekonomi global.


Kesimpulan


Ketegangan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap potensi konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran menjadi langkah yang berpotensi memengaruhi pasokan energi global, sementara dunia internasional terus memantau perkembangan situasi yang masih sangat dinamis.