-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Mobil Listrik Setelah 5 Tahun Pemakaian, Masih Layak Dipakai atau Harus Ganti Baterai?

Juni 21, 2026 Last Updated 2026-06-21T13:08:12Z



Bataranews– Kekhawatiran mengenai umur baterai masih menjadi salah satu alasan sebagian masyarakat ragu beralih ke mobil listrik. Banyak yang menganggap baterai kendaraan listrik akan cepat rusak setelah beberapa tahun penggunaan dan membutuhkan biaya penggantian yang mahal.


Namun, berbagai penelitian dan pengalaman pengguna di berbagai negara menunjukkan kondisi yang berbeda. Setelah lima tahun pemakaian, sebagian besar mobil listrik masih berada dalam kondisi sangat layak digunakan dengan penurunan performa yang relatif kecil.


Kapasitas Baterai Mulai Menurun, Tetapi Masih Normal


Seperti baterai pada perangkat elektronik lainnya, baterai mobil listrik juga mengalami degradasi seiring waktu. Meski demikian, proses penurunannya berlangsung jauh lebih lambat berkat teknologi manajemen baterai yang semakin canggih.


Dalam penggunaan normal, kapasitas baterai umumnya hanya berkurang sekitar 5 hingga 15 persen setelah lima tahun.


Sebagai contoh, mobil listrik yang saat baru mampu menempuh jarak 400 kilometer dalam kondisi baterai penuh, setelah lima tahun biasanya masih dapat menempuh sekitar 340 hingga 380 kilometer.


Bagi mayoritas pengguna harian, penurunan tersebut masih tergolong wajar dan tidak terlalu memengaruhi aktivitas.


Biaya Perawatan Tetap Lebih Murah


Keunggulan mobil listrik mulai semakin terasa setelah beberapa tahun pemakaian.


Tidak seperti mobil berbahan bakar bensin atau diesel, kendaraan listrik tidak memerlukan penggantian oli mesin, filter oli, busi, maupun berbagai komponen mesin lainnya yang membutuhkan perawatan rutin.


Perawatan umumnya hanya meliputi pemeriksaan sistem kelistrikan, pendingin baterai, rem, ban, dan suspensi.


Karena jumlah komponen bergerak lebih sedikit, risiko kerusakan mekanis juga relatif lebih rendah.


Kampas Rem Lebih Awet


Mobil listrik menggunakan teknologi regenerative braking yang memungkinkan energi pengereman dikonversi kembali menjadi listrik untuk mengisi baterai.


Teknologi ini membuat penggunaan rem mekanis menjadi lebih ringan sehingga kampas rem cenderung memiliki umur pakai yang lebih panjang dibanding kendaraan konvensional.


Nilai Jual Kembali Masih Berproses


Pasar mobil listrik bekas di Indonesia masih tergolong baru. Karena itu, nilai jual kembali kendaraan listrik masih terus mencari keseimbangan seiring meningkatnya jumlah pengguna.


Salah satu faktor yang paling menentukan harga mobil listrik bekas adalah kondisi kesehatan baterai atau battery health.


Semakin baik kondisi baterai, semakin tinggi pula nilai jual kendaraan tersebut.


Teknologi Bisa Terasa Tertinggal


Perkembangan teknologi kendaraan listrik berlangsung sangat cepat.


Mobil listrik yang berusia lima tahun mungkin tidak lagi memiliki fitur pengisian daya tercepat, teknologi baterai terbaru, atau sistem bantuan pengemudi yang lebih modern.


Meski demikian, fungsi utamanya sebagai kendaraan harian umumnya masih dapat berjalan dengan baik dan nyaman digunakan.


Baterai Belum Tentu Harus Diganti


Salah satu kesalahpahaman yang paling sering muncul adalah anggapan bahwa baterai mobil listrik harus diganti setelah lima tahun.


Faktanya, sebagian besar produsen saat ini memberikan garansi baterai hingga delapan tahun, bahkan ada yang mencapai sepuluh tahun di beberapa negara.


Banyak studi juga menunjukkan bahwa baterai mobil listrik masih mampu mempertahankan lebih dari 80 persen kapasitasnya setelah delapan hingga sepuluh tahun penggunaan.


Penghematan Mulai Terasa dalam Jangka Panjang


Setelah lima tahun, pengguna biasanya mulai merasakan manfaat ekonomi yang lebih besar.


Biaya pengisian daya listrik umumnya jauh lebih murah dibandingkan pembelian bahan bakar minyak. Ditambah biaya servis yang lebih rendah, total biaya kepemilikan mobil listrik dalam jangka panjang menjadi lebih efisien.


Faktor yang Memengaruhi Kondisi Mobil Listrik


Tidak semua mobil listrik memiliki kondisi yang sama setelah lima tahun. Beberapa faktor yang memengaruhi umur baterai dan performa kendaraan antara lain:


Frekuensi penggunaan fast charging

Kebiasaan mengisi daya hingga 100 persen setiap hari

Paparan suhu panas berlebihan

Pola berkendara

Perawatan berkala

Sistem pendingin baterai kendaraan


Semakin baik perawatan yang dilakukan, semakin lambat pula proses degradasi baterai.


Kesimpulan


Mobil listrik modern umumnya masih sangat layak digunakan setelah lima tahun pemakaian. Penurunan kapasitas baterai memang terjadi, tetapi biasanya hanya berkisar 5 hingga 15 persen tergantung pola penggunaan dan perawatan.


Di sisi lain, biaya operasional yang lebih rendah, minim perawatan, serta efisiensi energi menjadi keuntungan yang semakin terasa dalam jangka panjang. Kondisi ini menunjukkan bahwa mobil listrik kini semakin siap menjadi pilihan transportasi masa depan yang praktis dan ekonomis bagi masyarakat Indonesia.