-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

SBY Soroti Kenaikan Harga Pertamax, Minta Pemerintah Prabowo Lindungi Rakyat dan Jaga Stabilitas Ekonomi

Juni 12, 2026 Last Updated 2026-06-12T03:43:13Z



Bataranews– Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyoroti dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang mulai berlaku pada Juni 2026. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang terdampak langsung oleh kenaikan harga energi tersebut.


Pernyataan itu disampaikan SBY melalui akun media sosial X miliknya pada Kamis (11/6/2026), menyusul penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green yang dilakukan pemerintah melalui PT Pertamina Patra Niaga.


Minta Rakyat yang Terdampak Mendapat Perlindungan


SBY menegaskan bahwa menjaga stabilitas ekonomi nasional harus berjalan beriringan dengan upaya melindungi masyarakat yang paling merasakan dampak kenaikan harga BBM.


Menurutnya, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha kecil menjadi pihak yang paling rentan menghadapi tekanan ekonomi akibat meningkatnya biaya energi dan transportasi.


Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah yang tepat agar beban masyarakat tidak semakin berat di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.


Dorong Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi


Selain menyoroti dampak kenaikan BBM, SBY juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi ekonomi nasional agar tetap stabil.


Ia berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat kesehatan fiskal negara, menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta mengendalikan tingkat utang pemerintah agar tetap berada dalam batas yang aman.


Menurut SBY, kepercayaan publik dan pelaku pasar perlu terus dijaga melalui kebijakan ekonomi yang konsisten dan terukur.


Waspadai Kenaikan Harga Barang dan Jasa


SBY mengingatkan bahwa dampak kenaikan harga BBM tidak hanya dirasakan pada sektor transportasi, tetapi juga berpotensi memicu kenaikan harga barang dan jasa secara luas.


Jika tidak diantisipasi dengan baik, kondisi tersebut dapat meningkatkan biaya hidup masyarakat dan menekan daya beli dalam jangka panjang.


Karena itu, pemerintah didorong untuk memperkuat komunikasi publik agar setiap kebijakan ekonomi dapat dipahami dengan jelas oleh masyarakat maupun investor, sehingga tidak menimbulkan spekulasi dan ketidakpastian.


Bagikan Pengalaman Saat Menjadi Presiden


SBY mengaku memahami beratnya tantangan yang dihadapi pemerintah dalam mengelola perekonomian nasional. Selama memimpin Indonesia selama dua periode, ia juga pernah menghadapi berbagai tekanan ekonomi yang berasal dari faktor domestik maupun global.


Menurutnya, tidak ada solusi instan dalam memperbaiki kondisi ekonomi. Setiap kebijakan membutuhkan proses dan waktu sebelum manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.


Harga Pertamax dan Pertamax Green Naik


Sebagai informasi, PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi mulai 10 Juni 2026.


Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.


Di sisi lain, harga BBM subsidi tetap tidak berubah. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi tetap berada di angka Rp6.800 per liter.


Kesimpulan


SBY meminta pemerintah Prabowo Subianto tidak hanya fokus menjaga stabilitas ekonomi nasional, tetapi juga memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM. Ia juga mengingatkan pentingnya mengantisipasi kenaikan harga barang dan jasa agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi yang ada.