-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pelatih Iran Keluhkan Perlakuan di Piala Dunia 2026, Sebut Timnya Paling Menderita

Juni 17, 2026 Last Updated 2026-06-17T07:58:01Z



Bataranews– Timnas Iran kembali menjadi sorotan di Piala Dunia 2026. Kali ini bukan karena hasil pertandingan, melainkan keluhan dari pelatih Amir Ghalenoei yang menyebut timnya sebagai salah satu peserta yang paling menderita selama turnamen berlangsung.


Pernyataan tersebut disampaikan setelah Iran bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada laga Grup G, Selasa (16/6/2026) pagi WIB.


Keluhan Bukan Soal Hasil Pertandingan


Meski gagal meraih kemenangan, Ghalenoei menegaskan bahwa kekecewaannya tidak berkaitan dengan hasil di lapangan.


Pelatih berusia 62 tahun itu justru menyoroti perlakuan yang diterima skuadnya di luar pertandingan, khususnya terkait pengaturan perjalanan dan waktu pemulihan pemain.


Menurutnya, kondisi tersebut memberikan beban tambahan bagi para pemain yang tengah menjalani jadwal padat di ajang Piala Dunia.


Dipaksa Tinggalkan Amerika Serikat


Iran diketahui menjadikan Tijuana, Meksiko, sebagai markas selama turnamen berlangsung.


Setelah menjalani pertandingan di Amerika Serikat, Tim Melli berharap dapat bermalam terlebih dahulu sebelum kembali ke kamp latihan.


Namun harapan tersebut tidak terwujud setelah pihak tim menerima instruksi untuk segera meninggalkan wilayah Amerika Serikat begitu pertandingan berakhir.


Ghalenoei menyebut keputusan itu membuat para pemain kehilangan waktu istirahat yang sangat dibutuhkan.


Sebut Iran Paling Menderita


Menurut Ghalenoei, kondisi tersebut sangat merugikan karena proses pemulihan fisik pemain menjadi terganggu.


Ia bahkan secara terbuka menyatakan bahwa Iran menjadi salah satu tim yang menerima perlakuan paling berat sepanjang Piala Dunia 2026.


Pernyataan itu menambah daftar keluhan yang sebelumnya juga sempat disampaikan oleh beberapa pihak di kubu Iran terkait kondisi yang mereka hadapi selama turnamen.


Basis di Meksiko Jadi Sorotan


Sebelumnya, Iran juga menjadi perhatian karena menjadikan Tijuana sebagai basis utama selama Piala Dunia.


Padahal, seluruh pertandingan fase grup mereka digelar di Amerika Serikat, sehingga tim harus menjalani perjalanan lintas negara secara rutin.


Situasi tersebut dinilai menambah beban logistik dan menguras energi para pemain di tengah persaingan ketat fase grup.


Fokus Jaga Peluang Lolos


Meski menghadapi berbagai kendala, Iran tetap berupaya menjaga fokus untuk melanjutkan perjuangan di Grup G.


Tim Melli masih memiliki peluang untuk lolos ke fase gugur dan berharap persoalan di luar lapangan tidak lagi mengganggu persiapan mereka pada laga-laga berikutnya.


Kesimpulan


Keluhan Amir Ghalenoei kembali menyoroti tantangan yang dihadapi Timnas Iran selama Piala Dunia 2026. Selain harus berjuang di lapangan, Team Melli juga merasa terbebani oleh persoalan logistik dan perjalanan yang dinilai menghambat proses pemulihan pemain di tengah ketatnya jadwal turnamen.