Bataranews– Presiden Prabowo Subianto menjawab kritik majalah The Economist yang menuding pemerintahannya menggerus demokrasi dan membahayakan perekonomian Indonesia. Dalam tulisannya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi negara demokrasi yang terbuka terhadap kritik dan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Kritik Diterima, Demokrasi Tetap Dijaga
Prabowo menyatakan kritik merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi. Ia mengaku selalu menelaah setiap kritik yang ditujukan kepada pemerintah berdasarkan fakta, hasil yang dicapai, dan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, legitimasi demokrasi diperoleh melalui proses pemilu yang bebas dan adil. Prabowo juga mengingatkan bahwa dirinya telah lima kali mengikuti kontestasi pemilihan presiden sebelum akhirnya memenangkan Pemilu 2024.
Program Makan Bergizi Gratis Jadi Sorotan
Salah satu kritik yang mendapat perhatian Prabowo adalah terkait Program Makan Bergizi Gratis. Ia menilai program tersebut sangat penting mengingat masih tingginya angka stunting dan kekurangan gizi di Indonesia.
Prabowo menegaskan bahwa program bantuan makanan dan gizi bukanlah hal yang tidak lazim karena telah diterapkan di banyak negara di dunia. Menurutnya, program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Pemerintah Fokus pada Hasil Nyata
Selain program makan bergizi gratis, pemerintah juga menjalankan berbagai program lain seperti peningkatan kualitas rumah sakit, pemeriksaan kesehatan gratis tahunan, revitalisasi sekolah, hingga pembangunan Sekolah Rakyat bagi keluarga kurang mampu.
Prabowo juga menyoroti pembentukan Danantara sebagai upaya memperkuat pengelolaan aset nasional dan mendorong transformasi ekonomi jangka panjang yang memberikan manfaat lebih besar bagi Indonesia.
Target Pertumbuhan Ekonomi dan Masa Depan Indonesia
Di bidang ekonomi, Prabowo menegaskan pemerintah berupaya memperkuat sektor pertanian, memperbaiki distribusi pupuk bersubsidi, memperluas akses kredit murah, serta memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.
Ia menyebut Indonesia tetap menunjukkan ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen melalui berbagai reformasi dan program strategis.
Kesimpulan
Melalui tulisannya di The Economist, Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya tidak anti kritik dan tetap berkomitmen menjaga demokrasi. Ia menilai keberhasilan pemerintah harus diukur dari hasil nyata yang dirasakan masyarakat, mulai dari peningkatan kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi nasional.
