-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Nanik S. Deyang Resmi Jadi Pengganti

Juni 04, 2026 Last Updated 2026-06-04T06:15:40Z

 

Bataranews– Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam keputusan yang diumumkan pada 2 Juni 2026, Dadan Hindayana tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN dan digantikan oleh Nanik S. Deyang.


Dadan Hindayana Resmi Dicopot


Pergantian tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, yang menyebut Presiden melakukan evaluasi terhadap kinerja lembaga yang memiliki peran strategis dalam mendukung program peningkatan gizi masyarakat. Selain Dadan Hindayana, dua wakil kepala BGN juga turut diganti dalam perombakan tersebut.


Nanik S. Deyang Ditunjuk Sebagai Kepala Baru


Presiden menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Sebelumnya, Nanik merupakan bagian dari jajaran pimpinan BGN dan kini dipercaya memimpin lembaga tersebut untuk melanjutkan berbagai program yang sedang berjalan.


Selain itu, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono juga diangkat sebagai Wakil Kepala BGN menggantikan pejabat sebelumnya.


Evaluasi Kinerja Jadi Alasan Pergantian


Pemerintah menjelaskan bahwa keputusan pergantian pimpinan dilakukan setelah proses evaluasi yang berlangsung selama sekitar satu setengah tahun. BGN dinilai memiliki peran penting dalam menjalankan program prioritas pemerintah, sehingga dibutuhkan tata kelola, koordinasi, dan kepemimpinan yang efektif.


Sorotan terhadap Program Makan Bergizi Gratis


Pergantian pimpinan BGN langsung menjadi perhatian publik karena lembaga tersebut merupakan pelaksana utama program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Prabowo dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.


Kesimpulan


Perombakan pimpinan BGN menandai langkah baru pemerintah dalam memperkuat pelaksanaan program gizi nasional. Dadan Hindayana resmi dicopot dari jabatan Kepala BGN dan digantikan oleh Nanik S. Deyang. Publik kini menantikan langkah serta kebijakan baru yang