Bataranews– Jaringan minimarket waralaba Indomaret menjadi sorotan publik setelah sejumlah gerainya dilaporkan menghentikan operasional sementara pada 31 Mei hingga 1 Juni 2026. Penutupan tersebut diduga berkaitan dengan pembahasan mengenai mekanisme pemberian kompensasi bagi karyawan yang bekerja pada hari libur nasional.
Diduga Terkait Perdebatan Upah Lembur
Berdasarkan informasi yang beredar, sekitar 6.546 gerai Indomaret disebut menghentikan aktivitas operasional selama periode libur nasional tersebut. Sejumlah pihak menduga langkah itu diambil karena belum adanya kesepakatan antara perusahaan dan pekerja terkait sistem kompensasi lembur.
Salah satu karyawan Indomaret yang telah bekerja sejak 2019, Liya, mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai mekanisme lembur masih berlangsung. Menurutnya, sebagian besar pekerja menginginkan lembur dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku, sementara perusahaan disebut mengusulkan penggantian dalam bentuk hari libur.
Karyawan Ungkap Sistem Kerja dan Tanggung Jawab Barang Hilang
Selain persoalan lembur, Liya juga menjelaskan mekanisme stock opname atau pemeriksaan stok barang di lingkungan kerja. Ia menyebut apabila terjadi kehilangan barang, sebagian besar beban kerugian ditanggung oleh karyawan, sementara sisanya menjadi tanggung jawab perusahaan.
Menurutnya, perusahaan telah memberikan prosedur operasional standar yang mengatur cara menerima barang, mengawasi toko saat ramai, serta melakukan pengecekan menggunakan alat yang disediakan.
Ia juga menegaskan bahwa jam kerja di tempatnya berlangsung normal selama delapan jam per hari dengan sistem dua shift yang bergantian menjaga operasional toko.
Perbandingan dengan Sistem Lembur Alfamart
Sementara itu, karyawan Alfamart berinisial RS mengungkapkan bahwa perusahaan tempatnya bekerja telah menerapkan sistem penggantian hari libur bagi pekerja yang masuk saat libur nasional.
Namun, terdapat perlakuan berbeda ketika karyawan bekerja pada hari raya keagamaan. Dalam kondisi tersebut, pekerja disebut mendapatkan tambahan pembayaran sesuai kebijakan perusahaan.
Untuk kasus kehilangan barang, RS menjelaskan bahwa penyelesaiannya dapat dilakukan melalui penyesuaian stok atau dengan mengganti barang yang hilang secara bersama-sama oleh personel toko.
Dampak dan Perkembangan Selanjutnya
Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai hasil pembahasan antara pihak perusahaan dan pekerja terkait kebijakan lembur pada hari libur nasional. Polemik tersebut menjadi perhatian karena menyangkut operasional ribuan gerai serta kesejahteraan karyawan di sektor ritel modern.
Masyarakat pun menantikan kejelasan mengenai kebijakan yang akan diterapkan ke depan agar operasional toko tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan hak-hak pekerja.
Kesimpulan
Penutupan sementara sejumlah gerai Indomaret saat libur nasional diduga berkaitan dengan belum tercapainya kesepakatan mengenai kompensasi lembur karyawan. Di tengah pembahasan yang masih berlangsung, berbagai sistem kerja dan kebijakan ketenagakerjaan di sektor ritel kembali menjadi sorotan publik.

