-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Ferry Irwandi Temui Massa AMPB di DPR, Beri Dukungan Jelang Demo 27 Agustus

Agustus 26, 2026 Last Updated 2026-08-26T14:36:18Z



Bataranews– Konten kreator sekaligus aktivis Ferry Irwandi menemui massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR RI, Rabu (26/8/2026). Kedatangannya disebut sebagai bentuk dukungan terhadap rencana aksi demonstrasi yang akan digelar massa AMPB pada Kamis (27/8/2026).


Ferry Irwandi tiba sekitar pukul 12.11 WIB dan langsung disambut Koordinator AMPB Supriyono atau yang akrab disapa Mas Botok, Teguh Istianto, serta sejumlah peserta aksi.


Dalam kesempatan tersebut, Ferry bahkan sempat meminta seorang pengemudi ojek online membelikan logistik untuk Mas Botok dan rekan-rekannya dengan nilai mencapai jutaan rupiah.


Ferry Irwandi Dukung Hak Masyarakat Menyampaikan Aspirasi


Pendiri Malaka Project itu mengatakan kedatangannya ke lokasi merupakan bentuk dukungan kepada masyarakat Pati yang ingin menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi.


"Sama Pati tuh hubungan udah begini (akrab) bangetlah. Jadi kalau ada yang bisa dibantu. Kita support-lah orang menggunakan hak demokrasi," ujar Ferry Irwandi, Rabu (26/8/2026).


Ferry juga mengingatkan peserta aksi untuk tetap menjaga solidaritas selama berada di lapangan. Ia meminta massa saling menjaga dan tidak berjalan sendiri-sendiri untuk mengantisipasi situasi yang tidak terduga.


"Ya jangan lupa bersolidaritas, jaga sekelilingnya, jaga teman, ya jangan terpisah sendiri. Ya di situasi lapangan kita enggak pernah tahu apa yang terjadi kan ya, saling menguatkan aja," tegasnya.


Meski memberikan dukungan, Ferry memastikan dirinya tidak dapat ikut turun langsung dalam aksi pada 27 Agustus. Ia mengaku harus bertolak ke Kalimantan untuk menyalurkan bantuan.


"Subuh ini flight lagi ke Kalimantan. Karena kan kita harus nyalurin, ada amanah juga untuk disalurin bantuan ke Kalimantan ya," katanya.


AMPB Bawa Dua Tuntutan Utama


Sebelumnya, Koordinator AMPB Supriyono atau Mas Botok memastikan kedatangan warga Pati ke Jakarta bukan untuk membuat kerusuhan. Massa disebut datang untuk mengawal aspirasi masyarakat secara damai.


"Warga Pati datang ke Jakarta ini tidak mau membuat kerusuhan ya. Warga Pati datang ke Jakarta ini mengawal aspirasi rakyat Indonesia," ujar Botok saat ditemui di depan DPR RI, Jumat (21/8/2026).


Rombongan massa AMPB diketahui berangkat dari Pati pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB menggunakan jalur darat. Mereka tiba di Jakarta pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB setelah perjalanan terkendala kemacetan.


Dalam aksi tersebut, AMPB membawa dua tuntutan utama yang ditujukan kepada Presiden, pemerintah, dan DPR RI.


Pertama, mereka mendesak pemerintah dan DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset Koruptor. Kedua, AMPB menuntut adanya hukuman mati bagi koruptor.


"Tuntutan kami itu hanya dua ya. Bapak Presiden, pemerintah, DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset Koruptor dan Hukuman Mati Koruptor. Karena kondisi bangsa ini lagi tidak baik-baik saja," kata Botok.


Menurut Botok, korupsi menjadi salah satu persoalan serius yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Ia menilai praktik korupsi dapat memperlebar kesenjangan sosial sekaligus mengancam masa depan bangsa.


Aksi 27 Agustus Diminta Tetap Damai


Dukungan Ferry Irwandi kepada massa AMPB disertai pesan agar peserta aksi tetap menjaga solidaritas dan keamanan selama menyampaikan aspirasi.


Sementara itu, AMPB menegaskan bahwa aksi mereka membawa tuntutan yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi dan akan dilakukan secara damai.


Kehadiran Ferry Irwandi di tengah massa sehari sebelum aksi pun menjadi perhatian, meski ia memastikan tidak dapat mengikuti demonstrasi secara langsung karena harus menjalankan agenda penyaluran bantuan ke Kalimantan.


Kesimpulan: Ferry Irwandi memberikan dukungan kepada massa AMPB yang akan menggelar aksi di Jakarta pada 27 Agustus 2026. AMPB membawa dua tuntutan utama, yakni pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor dan tuntutan hukuman mati bagi koruptor, serta menyatakan aksi akan dilakukan secara damai.