-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tangis Iringi Kepulangan Ahmad Zaki, Relawan Gempa NTT yang Meninggal Saat Jalankan Misi Kemanusiaan

Agustus 24, 2026 Last Updated 2026-08-24T12:08:28Z



Bataranews– Kabar duka datang dari misi kemanusiaan di tengah bencana gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Ahmad Zaki Ali, relawan sekaligus Founder Yayasan Gerak Bareng, meninggal dunia saat menjalankan tugas membantu masyarakat terdampak gempa.


Kepergian Ahmad Zaki meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan sesama relawan yang selama ini mengenalnya sebagai sosok yang aktif turun langsung ke berbagai lokasi bencana.


Momen kepulangannya ke Jakarta juga menyentuh perhatian publik. Keranda Ahmad Zaki terlihat dibalut dengan bendera Merah Putih, sebagai bentuk penghormatan kepada relawan yang mengabdikan dirinya dalam misi kemanusiaan.


Meninggal Saat Menjalankan Misi Kemanusiaan


Ahmad Zaki meninggal dunia pada Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 16.04 WITA di Posko Damer, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT.


Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyebut Ahmad Zaki berada di wilayah terdampak untuk menjalankan misi membantu masyarakat yang menjadi korban gempa.


Pemerintah juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi, keberanian, dan pengabdian Ahmad Zaki selama menjalankan tugas kemanusiaan.


Berangkat Membawa Bantuan, Pulang dalam Keranda


Sebelum meninggal, Ahmad Zaki bersama rekan-rekan relawan tengah menjalankan distribusi bantuan untuk masyarakat terdampak gempa.


Menurut keterangan yang disampaikan Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Ahmad Zaki meninggal ketika rombongan sedang dalam perjalanan mendistribusikan logistik dari Reo menuju Lamba Leda Utara.


Sejumlah laporan menyebut Ahmad Zaki diduga mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan saat menjalankan misi tersebut. Namun, penyebab medis kematiannya sebaiknya tidak disimpulkan secara sepihak karena laporan resmi yang tersedia menyebut kondisi tersebut sebagai dugaan.


Keranda Dibalut Merah Putih


Setelah jenazah dipulangkan dari NTT, suasana haru menyelimuti proses kepulangan Ahmad Zaki ke rumah duka di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.


Dokumentasi yang beredar memperlihatkan keranda almarhum dibalut bendera Merah Putih. Momen tersebut kemudian mendapat perhatian masyarakat di media sosial.


Bendera Merah Putih menjadi simbol penghormatan yang mengiringi kepulangan seorang relawan yang meninggal ketika sedang menjalankan tugas kemanusiaan.


Dikenang sebagai Sosok yang Peduli


Rekan-rekan Ahmad Zaki mengenangnya sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap korban bencana.


Ia dikenal aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan mendirikan Yayasan Gerak Bareng. Rekannya menyebut Zaki sebagai sosok yang selalu berusaha hadir ketika terjadi bencana, baik di Jakarta maupun daerah lain di Indonesia.


Ahmad Zaki bersama timnya diketahui telah berada di Flores sejak 15 Agustus 2026, bertepatan dengan terjadinya gempa besar yang mengguncang wilayah NTT.


Selama berada di lokasi, mereka mendirikan posko dan membantu menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.


Meninggalkan Istri dan Putra


Kepergian Ahmad Zaki tidak hanya meninggalkan duka bagi komunitas relawan.


Kemenko PMK menyebut almarhum meninggalkan seorang istri dan seorang putra yang masih berusia 13 tahun. Pemerintah pun menyampaikan simpati kepada keluarga yang ditinggalkan serta mendoakan agar mereka diberi kekuatan dan ketabahan.


Kini, perjalanan Ahmad Zaki di dunia kemanusiaan telah berakhir. Namun, pengabdiannya di tengah masyarakat terdampak bencana meninggalkan cerita yang akan dikenang oleh keluarga, sahabat, dan rekan-rekan relawannya.


Selamat jalan, Ahmad Zaki. Terima kasih atas pengabdian dan kepedulian yang telah diberikan untuk sesama.


Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.