-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Akhir Era La Pulga! Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina dengan Segudang Prestasi

September 06, 2026 Last Updated 2026-09-06T08:03:33Z



Bataranews– Sebuah era besar dalam sejarah sepak bola Argentina akhirnya resmi berakhir. Lionel Messi mengumumkan pensiun dari Tim Nasional Argentina setelah lebih dari dua dekade mengabdikan dirinya untuk seragam Albiceleste.


Keputusan tersebut diumumkan Messi pada 31 Agustus 2026. Di usia 39 tahun, sang kapten memilih mengakhiri perjalanan panjangnya bersama tim nasional setelah melewati karier yang dipenuhi kegagalan, kritik, air mata, hingga akhirnya mencapai puncak kejayaan sebagai juara dunia.


Messi meninggalkan Timnas Argentina sebagai pemain dengan jumlah penampilan dan gol terbanyak sepanjang sejarah negara tersebut, yakni 207 pertandingan dan 125 gol.


Kepergiannya semakin terasa emosional karena terjadi tidak lama setelah Argentina mencapai final Piala Dunia 2026, meski akhirnya kalah dari Spanyol.


Debut Messi yang Berakhir dengan Kartu Merah


Perjalanan Lionel Messi bersama tim senior Argentina dimulai pada 17 Agustus 2005 dalam pertandingan melawan Hungaria.


Namun, debut sang legenda justru jauh dari kata sempurna.


Messi yang masuk sebagai pemain pengganti harus meninggalkan lapangan hanya beberapa menit setelah dimainkan akibat mendapat kartu merah.


Awal yang pahit tersebut ternyata menjadi permulaan dari perjalanan internasional yang kelak menjadikan Messi sebagai salah satu pesepak bola terbesar sepanjang sejarah.


Tak lama setelah itu, Messi mulai menunjukkan kualitasnya bersama Argentina.


Gol pertamanya untuk tim senior tercipta pada 1 Maret 2006 saat Argentina menghadapi Kroasia.


Sejak saat itu, namanya semakin sulit dipisahkan dari perjalanan Timnas Argentina.


Juara Piala Dunia U-20 2005


Sebelum menjadi ikon tim senior, Messi lebih dulu menunjukkan potensinya bersama Argentina di level junior.


Pada Piala Dunia U-20 tahun 2005, Messi membawa Argentina menjadi juara.


Turnamen tersebut menjadi salah satu panggung pertama yang memperlihatkan kepada dunia bahwa Argentina memiliki calon bintang besar.


Prestasi tersebut sekaligus menjadi trofi internasional pertama dalam perjalanan Messi bersama negaranya.


Medali Emas Olimpiade Beijing 2008


Tiga tahun setelah sukses di level U-20, Messi kembali menambah koleksi prestasinya.


Bersama generasi emas Argentina, Messi meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008.


Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Messi mampu memberikan kontribusi besar sejak awal perjalanan internasionalnya.


Namun, setelah berbagai kesuksesan di level usia muda dan Olimpiade, Messi justru harus menghadapi perjalanan panjang dan penuh rasa sakit bersama tim senior.


Bertahun-tahun Dikritik karena Gagal Juara


Menjadi pemain terbaik dunia tidak otomatis membuat perjalanan Messi bersama Argentina berjalan mudah.


Ia berkali-kali membawa Argentina mencapai pertandingan penting, tetapi harus menerima kekalahan menyakitkan.


Salah satu yang paling membekas adalah kegagalan di final Piala Dunia 2014.


Argentina yang menghadapi Jerman harus menyerah dan Messi gagal membawa pulang trofi yang paling diimpikannya.


Setelah itu, penderitaan Messi berlanjut.


Argentina kembali kalah di final Copa America 2015 dan Copa America Centenario 2016.


Tiga kekalahan final besar dalam waktu singkat membuat tekanan terhadap Messi semakin besar.


Bahkan setelah kekalahan pada Copa America 2016, Messi sempat mengumumkan pensiun dari Timnas Argentina.


Namun, keputusan tersebut tidak bertahan lama.


Kecintaan Messi kepada negaranya membuatnya kembali mengenakan seragam Albiceleste.


Keputusan untuk kembali inilah yang kemudian mengubah seluruh cerita karier internasionalnya.


Copa America 2021, Trofi Besar Pertama yang Mengubah Segalanya


Setelah penantian panjang, Messi akhirnya berhasil memutus kutukan.


Pada Copa America 2021, Argentina berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Brasil di final.


Kemenangan tersebut terasa sangat spesial.


Bukan hanya karena Argentina kembali menjadi juara Amerika Selatan, tetapi juga karena menjadi gelar mayor pertama Messi bersama tim senior.


Trofi ini seolah mengubah hubungan Messi dengan publik Argentina.


Dari sosok yang sebelumnya sering dibanding-bandingkan dengan Diego Maradona dan dikritik karena dianggap belum memberikan trofi besar, Messi akhirnya menjadi pahlawan nasional.


Juara Finalissima 2022


Setelah menjuarai Copa America, Argentina melanjutkan momentum positif.


Pada tahun 2022, Messi membawa Argentina meraih gelar Finalissima, pertandingan antara juara Copa America dan juara Piala Eropa.


Argentina tampil dominan dan mengalahkan Italia.


Gelar tersebut menjadi tanda bahwa Argentina benar-benar telah berubah menjadi salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.


Dan puncak perjalanan itu ternyata masih menunggu.


Puncak Karier: Juara Piala Dunia 2022


Nama Lionel Messi akhirnya mencapai titik tertinggi bersama Argentina pada Piala Dunia Qatar 2022.


Setelah bertahun-tahun mengejar trofi tersebut, Messi akhirnya berhasil mengangkat Piala Dunia.


Argentina mengalahkan Prancis melalui pertandingan final dramatis yang dikenang sebagai salah satu final terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia.


Messi tampil sebagai pemimpin sekaligus menjadi salah satu pemain terbaik Argentina sepanjang turnamen.


Trofi Piala Dunia 2022 menjadi jawaban atas berbagai perdebatan yang selama bertahun-tahun mengiringi kariernya.


Messi akhirnya memiliki gelar yang sebelumnya selalu dianggap kurang dari koleksi prestasinya.


Ia pun menempatkan dirinya sejajar dengan para legenda terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.


Copa America 2024, Messi Kembali Jadi Juara


Perjalanan gemilang Argentina tidak berhenti setelah Piala Dunia.


Messi kembali membawa Albiceleste meraih gelar Copa America 2024.


Trofi tersebut menjadikan Argentina sebagai juara Copa America secara beruntun.


Bagi Messi, gelar tersebut semakin melengkapi koleksi prestasinya bersama Timnas Argentina.


Dari pemain yang pernah dianggap gagal membawa negaranya meraih trofi, Messi berubah menjadi kapten generasi paling sukses dalam sejarah modern Argentina.


Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Terakhir


Messi masih memutuskan tampil bersama Argentina pada Piala Dunia 2026.


Turnamen tersebut menjadi Piala Dunia keenam sepanjang kariernya setelah sebelumnya tampil pada edisi 2006, 2010, 2014, 2018 dan 2022.


Argentina kembali melaju jauh hingga mencapai final.


Namun, kisah dongeng itu tidak berakhir dengan trofi.


Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol dalam pertandingan final.


Meski gagal mempertahankan gelar Piala Dunia, Messi tetap meninggalkan turnamen tersebut dengan sejumlah pencapaian penting.


Piala Dunia 2026 menjadi penampilan terakhirnya bersama Timnas Argentina sebelum akhirnya ia mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional.


Statistik Luar Biasa Lionel Messi Bersama Argentina


Selama lebih dari dua dekade membela Argentina, Messi mencatatkan statistik yang sulit ditandingi.


Berikut perjalanan angka sang legenda:


Debut: 17 Agustus 2005 melawan Hungaria

Penampilan: 207 pertandingan

Gol: 125 gol

Assist: 68

Pemain dengan penampilan terbanyak Argentina

Pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Argentina

Piala Dunia: 6 edisi

Penampilan di Copa America: 7 edisi

Rekor penampilan terbanyak dalam sejarah Copa America: 39 pertandingan


Messi juga tercatat sebagai salah satu pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.


Daftar Prestasi Messi Bersama Timnas Argentina


Berikut sederet gelar yang berhasil diraih Lionel Messi bersama Argentina:


Level Senior


πŸ† Copa America 2021


πŸ† Finalissima 2022


πŸ† Piala Dunia 2022


πŸ† Copa America 2024


Level Junior dan Olimpiade


πŸ† Juara Piala Dunia U-20 2005


πŸ₯‡ Medali Emas Olimpiade Beijing 2008


Daftar prestasi tersebut menunjukkan perjalanan luar biasa Messi, dari seorang pemain muda berbakat hingga menjadi kapten yang membawa Argentina kembali ke puncak sepak bola dunia.


Pensiun dengan Status Legenda


Keputusan pensiun Messi dari Timnas Argentina menutup perjalanan yang dimulai dengan cara tidak biasa.


Dari debut yang berakhir kartu merah, kegagalan di berbagai final, sempat memutuskan pensiun pada 2016, kemudian kembali dan akhirnya membawa Argentina memenangkan hampir seluruh gelar bergengsi.


Dalam pernyataan perpisahannya, Messi mengungkapkan bahwa keputusan tersebut terasa menyakitkan, tetapi ia merasa waktunya telah tiba.


Messi menegaskan bahwa dirinya selalu memberikan segalanya untuk seragam Argentina.


Kini, Lionel Messi meninggalkan Timnas Argentina bukan sebagai pemain yang gagal memenuhi ekspektasi, melainkan sebagai kapten juara dunia dan simbol salah satu era paling gemilang dalam sejarah Albiceleste.


Dari air mata kekalahan hingga mengangkat Piala Dunia, perjalanan Lionel Messi bersama Argentina akhirnya selesai. Namun, warisan dan namanya akan terus hidup dalam sejarah sepak bola.