Sejumlah menteri mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (23/9/2026) untuk mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut secara khusus membahas rencana mewujudkan pendidikan negeri gratis mulai dari SD hingga perguruan tinggi negeri (PTN).
Rapat ini menjadi tindak lanjut setelah Prabowo sebelumnya menyampaikan keinginannya agar biaya pendidikan di sekolah negeri hingga universitas negeri dapat digratiskan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan rapat tersebut membahas langkah dan cara yang dapat ditempuh pemerintah untuk merealisasikan kebijakan tersebut.
Sejumlah pejabat yang terlihat hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri PAN-RB Rini Widyantini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, serta Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Brian Yuliarto Bicara Skema Pendidikan Gratis
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan rapat tersebut akan membahas sejumlah opsi untuk menerjemahkan arahan Presiden menjadi kebijakan yang dapat dijalankan.
Menurut Brian, pemerintah saat ini sedang menghitung berbagai kebutuhan, termasuk skema pembiayaan dan tahapan penerapan pendidikan gratis.
Ia menilai perhatian Presiden terhadap sektor pendidikan cukup kuat sehingga diperlukan perhitungan yang matang agar kebijakan tersebut dapat dirancang secara terukur.
“Keinginan Presiden sangat kuat ingin menginvestasikan pada pendidikan. Nah, ini yang kami sedang lakukan hitungan-hitungan,” kata Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Kebutuhan Anggaran Pendidikan Tinggi Mulai Dikaji
Pembahasan mengenai pembiayaan pendidikan tinggi gratis sebenarnya telah dilakukan Kemdiktisaintek sebelum rapat di Istana.
Kementerian tersebut telah melakukan penghitungan kebutuhan biaya untuk mahasiswa di perguruan tinggi negeri sebagai bagian dari kajian awal penerapan pendidikan tinggi gratis. Perhitungan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kebutuhan anggaran sekaligus kemungkinan skema pelaksanaannya.
Dalam rapat bersama Komisi X DPR pada 21 September 2026, Brian juga menyampaikan perhitungan kebutuhan anggaran untuk menggratiskan biaya pendidikan seluruh PTN. Angka yang disampaikan mencapai sekitar Rp93,74 triliun untuk 2.833.169 mahasiswa PTN, baik program akademik maupun vokasi.
Angka tersebut menjadi salah satu bahan dalam melihat kebutuhan pembiayaan jika kebijakan pendidikan tinggi gratis nantinya diterapkan.
Arahan Prabowo Mencakup SD hingga Universitas Negeri
Gagasan pendidikan negeri gratis disampaikan Prabowo dalam acara puncak HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta pada 18 September 2026.
Saat itu, Prabowo menyatakan pendidikan negeri mulai jenjang SD, SMP, SMA hingga universitas negeri harus dapat diakses tanpa biaya pendidikan.
Presiden kemudian menyatakan akan segera menggelar rapat terbatas untuk membahas cara mewujudkan gagasan tersebut.
Rapat yang digelar pada Rabu ini menjadi forum awal untuk membahas pilihan kebijakan, tahapan pelaksanaan, serta kebutuhan pembiayaan.
Pemerintah Masih Membahas Tahapan Pelaksanaan
Meski gagasan pendidikan negeri gratis telah disampaikan Presiden, pemerintah masih perlu membahas secara rinci mekanisme pelaksanaannya.
Pembahasan mencakup skema pembiayaan, kebutuhan anggaran, tahapan penerapan, serta koordinasi antarkementerian dan lembaga terkait.
Dengan adanya rapat terbatas tersebut, pemerintah mulai mengonsolidasikan berbagai perhitungan dan opsi kebijakan sebelum menentukan bentuk program yang akan diterapkan.
Untuk saat ini, pendidikan negeri gratis dari SD hingga PTN masih berada dalam tahap pembahasan dan penyusunan skema, sehingga rincian mengenai mekanisme, cakupan biaya, serta waktu pelaksanaan belum ditetapkan secara final.(Rhz2797)

