Nama Shin Tae-yong kembali menggema di tengah suporter Timnas Indonesia. Pelatih asal Korea Selatan tersebut diteriakkan pendukung Garuda setelah Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026).
Hasil imbang tersebut membuat sebagian suporter kembali membandingkan kondisi Timnas Indonesia saat ini dengan periode ketika Shin Tae-yong menangani skuad Garuda.
Shin Tae-yong sendiri kini berstatus sebagai pelatih Persija Jakarta. Karena itu, keinginan sebagian suporter agar dirinya kembali menangani Timnas Indonesia tidak bisa dilepaskan dari hubungan kontraktualnya dengan klub ibu kota tersebut.
Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Aditya Putra atau Adit, ikut memberikan tanggapan mengenai wacana tersebut.
Menurut Adit, terdapat sejumlah kemungkinan jika Shin Tae-yong memang kembali dikaitkan dengan posisi pelatih Timnas Indonesia. Salah satunya adalah kemungkinan menjalankan dua pekerjaan sekaligus atau double job sebagai pelatih Persija dan Timnas.
“Kalau STY balik ke Timnas, opsinya kan ada dua. Pertama, STY double job Persija dan Timnas. Kalau kondisi itu perlu dilihat lagi kontraknya, apakah dimungkinkan atau ada batasan tertentu,” kata Adit dalam keterangannya.
The Jakmania Ingatkan Soal Kontrak Shin Tae-yong
Adit menilai status Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija perlu menjadi perhatian. Menurut dia, keinginan suporter tidak serta-merta dapat mengubah hubungan kerja yang sudah disepakati antara pelatih dan klub.
Kemungkinan kedua adalah berakhirnya kerja sama Shin Tae-yong dengan Persija apabila sang pelatih benar-benar memilih kembali menangani Timnas Indonesia.
Namun, menurut Adit, skenario tersebut juga membutuhkan proses yang jelas, termasuk mengenai pihak yang bertanggung jawab dalam pengakhiran kontrak.
“Kedua, kalau Persija dan STY mengakhiri kontraknya karena STY mau latih Timnas, siapa yang bertanggung jawab memproses pengakhirannya,” ujarnya.
Adit menekankan bahwa Shin Tae-yong merupakan pelatih profesional yang memiliki kewajiban menjalankan kontraknya bersama Persija.
Karena itu, menurut dia, keputusan untuk meninggalkan klub tidak bisa hanya didasarkan pada tuntutan atau keinginan yang muncul di media sosial.
“Logikanya STY pasti profesional dan nggak semerta-merta mau meninggalkan Persija karena ada permintaan dari netizen,” kata Adit.
Kembalinya STY ke Timnas Tak Bisa Diputuskan Suporter
Wacana kembalinya Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia juga berkaitan dengan keputusan PSSI dan sang pelatih sendiri.
Adit menyebut terdapat proses negosiasi dan kesepakatan yang harus dilalui apabila PSSI memang ingin kembali menggunakan jasa pelatih yang pernah membawa Indonesia berkembang di sejumlah ajang internasional tersebut.
“Semua perlu jeli dalam melihat situasi. Yang pasti semua terikat kontrak dan kontrak harus dihormati. Semoga semua pihak harus cerdas dalam menilai situasi yang ada,” ujarnya.
Menurut Adit, keinginan suporter untuk melihat Shin Tae-yong kembali ke kursi pelatih Timnas Indonesia tidak otomatis membuat hal tersebut dapat terwujud.
“Soal STY melatih Timnas kan berdasarkan kontrak antara PSSI dan STY. Pertanyaannya, PSSI mau nggak? STY mau nggak? Kalau sama-sama nggak mau atau salah satu mau ya nggak akan tercapai kesepakatan. Ya pada akhirnya itu hanya sekadar angan-angan,” tuturnya.
Nama Shin Tae-yong Muncul Setelah Indonesia Imbang Malaysia
Seruan agar Shin Tae-yong kembali menangani Timnas Indonesia muncul setelah pertandingan melawan Malaysia berakhir tanpa gol.
Indonesia gagal mendapatkan kemenangan dalam duel tersebut dan harus puas mengamankan satu poin. Hasil itu membuat persaingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 semakin ketat.
Di tengah pertandingan, sejumlah suporter di SUGBK terdengar meneriakkan nama Shin Tae-yong. Momen tersebut kemudian menjadi pembicaraan di media sosial dan kembali menghidupkan diskusi mengenai kiprah pelatih asal Korea Selatan itu bersama Timnas Indonesia.
Meski demikian, hingga kini wacana tersebut masih sebatas aspirasi suporter. Keputusan mengenai pelatih Timnas Indonesia tetap bergantung pada PSSI, Shin Tae-yong, serta status hubungan kontraktualnya bersama Persija Jakarta.
Bagi The Jakmania, persoalan tersebut perlu dilihat secara menyeluruh agar tidak menimbulkan persoalan baru, terutama terkait komitmen profesional dan kontrak yang telah disepakati.(Rhz2797)

