-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tiga Anak di Majalengka Meninggal Beruntun, Dinkes Ambil Sampel Swab Keluarga

September 22, 2026 Last Updated 2026-09-22T11:55:48Z

Kasus meninggalnya tiga anak dalam satu keluarga di Desa Gandu, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menjadi perhatian petugas kesehatan. Ketiganya meninggal secara beruntun setelah mengalami demam tinggi dan sejumlah keluhan kesehatan.


Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majalengka masih melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab pasti kondisi tersebut. Pemeriksaan dilakukan karena gejala yang dialami anggota keluarga belum cukup untuk menentukan diagnosis.


Ketiga anak tersebut masing-masing berusia 6 tahun, 4 tahun, dan 10 bulan. Sebelum meninggal dunia, mereka dilaporkan mengalami demam tinggi, batuk, pilek, lemas hingga kejang. Dua anak sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Cideres, sedangkan anak bungsu mendapatkan penanganan di ruang ICU.


Dinkes Ambil Sampel Swab


Untuk mengetahui kemungkinan penyebab penyakit, Dinkes Majalengka bersama Puskesmas Balida melakukan pemeriksaan terhadap keluarga korban pada Selasa, 22 September 2026.


Petugas juga mengambil sampel swab yang selanjutnya akan diperiksa di laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penyakit yang dialami anggota keluarga.


Kepala Puskesmas Balida, Iman Wahyudi, mengatakan sejumlah anggota keluarga mengalami keluhan berupa demam tinggi, batuk, pilek, mual, dan pegal.


Menurut Iman, dugaan awal mengarah pada infeksi virus. Namun, ia menegaskan dugaan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan lebih lanjut keluar.


Gejala Serupa Ditemukan pada Orang Tua


Penelusuran juga dilakukan karena kedua orang tua ketiga anak tersebut sempat mengalami gangguan kesehatan.


Kepala Desa Gandu, Iwan Setiawan, mengatakan dirinya juga pernah merasakan gejala yang hampir serupa. Ia mengaku mengalami pusing, menggigil, demam tinggi hingga gangguan penglihatan dan kondisi tersebut berlangsung sekitar empat hari.


Kondisi tersebut menjadi salah satu informasi yang ikut diperhatikan dalam proses penelusuran. Meski demikian, belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan adanya hubungan penularan penyakit dari satu anggota keluarga kepada anggota lainnya.


Pasien dengan Keluhan Demam dan Batuk Meningkat


Di Puskesmas Balida, petugas juga melihat adanya peningkatan pasien yang datang dengan keluhan demam, batuk dan pilek.


Iman menyebut sekitar 80 persen pasien yang berobat belakangan ini datang dengan keluhan tersebut. Ia menduga infeksi yang mudah menular dapat menjadi salah satu kemungkinan, tetapi kondisi itu tidak bisa langsung dikaitkan sebagai penyebab meninggalnya tiga anak di Desa Gandu.


Artinya, dugaan adanya virus masih membutuhkan pembuktian melalui pemeriksaan medis dan laboratorium.


Penyebab Kematian Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan


Dinkes Majalengka hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti penyakit yang dialami keluarga tersebut.


Pemeriksaan menjadi penting agar penyebab kematian ketiga anak tidak disimpulkan hanya berdasarkan gejala seperti demam, batuk, pilek atau kejang.


Sampai hasil laboratorium tersedia, belum ada keterangan resmi yang memastikan jenis virus maupun penyakit tertentu sebagai penyebab meninggalnya ketiga anak tersebut.


Warga Diimbau Jaga Kesehatan


Di tengah meningkatnya keluhan demam dan gangguan pernapasan, masyarakat diimbau lebih memperhatikan kondisi kesehatan keluarga.


Warga yang mengalami demam, batuk atau pilek disarankan membatasi kontak dengan orang lain dan menggunakan masker, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.


Jika muncul gejala yang berat atau kondisi kesehatan memburuk, masyarakat juga dianjurkan segera mendapatkan pemeriksaan medis. Langkah tersebut penting terutama pada anak-anak dan bayi yang kondisinya dapat berubah dengan cepat.(Rhz2797)