Persaingan mengikuti Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi berlangsung ketat. Dari sekitar 350 ribu lulusan yang mendaftar pada Batch 2 Angkatan II, hanya 40.962 peserta yang dinyatakan lolos.
Jumlah tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat menghadiri Kick Off Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Batch 2 di Gedung Vokasi, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026).
Menurut Yassierli, antusiasme lulusan perguruan tinggi terhadap program pemagangan nasional cukup tinggi. Namun, jumlah peserta yang dapat diterima jauh lebih sedikit dibandingkan total pendaftar.
“Selamat kepada para peserta pemagangan yang sudah diterima di Batch 2 Angkatan 2. Yang mendaftar eligible sekitar 350.000 orang dan yang diterima 40 sekian ribu,” ujar Yassierli.
Peserta Magang Dapat Perlindungan Jaminan Sosial
Para peserta yang berhasil lolos tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pengalaman kerja. Pemerintah juga memberikan fasilitas perlindungan jaminan sosial selama mengikuti program.
Yassierli menjelaskan, peserta akan mendapatkan perlindungan berupa jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian tanpa harus membayar iuran selama mengikuti program magang.
Masa pemagangan berlangsung selama enam bulan. Selama periode tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan sekaligus memahami secara langsung lingkungan dan budaya kerja di perusahaan.
Pemerintah juga menanggung anggaran program tersebut. Dengan demikian, peserta tidak dikenakan biaya untuk mengikuti program pemagangan nasional.
Jadi Jembatan dari Kampus ke Dunia Kerja
Program Pemagangan Nasional merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk membantu lulusan perguruan tinggi beradaptasi dengan dunia kerja.
Yassierli menyebut program tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto dan melibatkan kerja sama lintas kementerian serta lembaga.
Melalui program ini, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga meningkatkan kompetensi, keterampilan, portofolio, serta jaringan profesional.
Menurut Yassierli, berbagai pengalaman tersebut dapat menjadi modal penting bagi peserta ketika memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan masa pemagangan.
Persaingan Sangat Ketat
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Darmawansyah mengatakan tingginya jumlah pendaftar membuat persaingan untuk mendapatkan tempat magang cukup ketat.
Dari sekitar 350 ribu pendaftar, hanya 40.962 orang yang akhirnya dinyatakan lolos sebagai peserta Program Pemagangan Nasional Batch 2 Angkatan II.
Artinya, jumlah peserta yang diterima hanya sebagian kecil dari total pendaftar yang mengikuti proses seleksi.
Darmawansyah meminta peserta yang telah lolos memanfaatkan kesempatan tersebut dengan serius dan mengikuti seluruh rangkaian program hingga selesai.
Perusahaan Didorong Rekrut Peserta Setelah Magang
Kemnaker juga berharap perusahaan tempat peserta menjalani pemagangan dapat memberikan pengalaman kerja yang sesuai dengan tujuan program.
Mentor dan perusahaan sebelumnya telah mendapatkan pembekalan serta orientasi agar pelaksanaan pemagangan berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Darmawansyah bahkan berharap perusahaan dapat mempertimbangkan peserta magang untuk direkrut setelah masa pemagangan selama enam bulan selesai.
Dengan begitu, program tersebut tidak hanya menjadi sarana memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga dapat membuka peluang bagi lulusan perguruan tinggi untuk melanjutkan karier di perusahaan tempat mereka menjalani pemagangan.
Pemerintah berharap Program Pemagangan Nasional dapat menjadi salah satu jembatan bagi lulusan perguruan tinggi dalam menghadapi transisi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja.(Rhz2797)

