-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tan Cheng Hoe Ungkap Penyesalan Usai Malaysia Gagal Taklukkan 10 Pemain Indonesia

September 29, 2026 Last Updated 2026-09-29T12:49:22Z

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, memberikan komentarnya setelah Harimau Malaya gagal meraih kemenangan atas Timnas Indonesia dalam laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.


Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas bermain imbang tanpa gol alias 0-0.


Hasil tersebut terasa kurang maksimal bagi Malaysia karena mereka mendapatkan keuntungan jumlah pemain sejak babak pertama. Timnas Indonesia harus bermain dengan 10 pemain setelah Thom Haye mendapat kartu merah pada menit ke-37 melalui tinjauan VAR.


Meski demikian, Malaysia tidak mampu memanfaatkan keunggulan tersebut untuk mencetak gol. Maarten Paes juga beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawang Indonesia tetap aman.


Tan Cheng Hoe Puas, tapi Malaysia Buang Peluang


Tan Cheng Hoe mengaku tetap puas dengan satu poin yang diperoleh dari markas Indonesia. Namun, pelatih Malaysia tersebut menyadari timnya memiliki sejumlah peluang yang seharusnya bisa dimaksimalkan.


Menurut Tan, peluang-peluang tersebut sebenarnya dapat membuka jalan bagi Malaysia untuk mencatat kemenangan di hadapan pendukung Indonesia.


"Saya cukup puas dengan hasil yang ada. Kami menciptakan beberapa peluang dan melewatkan beberapa kesempatan yang sebenarnya bisa membuat kami mengalahkan Indonesia di kandang mereka," ujar Tan Cheng Hoe dalam konferensi pers seusai pertandingan.


Malaysia memang lebih banyak memberikan tekanan setelah Indonesia kehilangan Thom Haye. Sejumlah peluang tercipta, tetapi penyelesaian akhir Harimau Malaya belum mampu menghasilkan gol.


FIFA juga mencatat Maarten Paes melakukan penyelamatan penting, sementara Elkan Baggott membuat penyelamatan di garis gawang pada fase akhir pertandingan.


Tan Cheng Hoe Akui Masih Ada yang Harus Diperbaiki


Hasil imbang tersebut membuat Tan Cheng Hoe melihat masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi sebelum Malaysia menjalani pertandingan terakhir Grup A.


Salah satu perhatian utama adalah kemampuan para pemain dalam mengonversi peluang menjadi gol, terutama ketika menghadapi lawan dengan kualitas seperti Indonesia.


"Tentu saja masih ada ruang untuk berkembang. Kami harus memaksimalkan kesempatan seperti di laga ini dan mampu bersaing dengan Indonesia. Kami tahu betapa bagusnya tim Indonesia," kata Tan.


Pertandingan di SUGBK juga menjadi ujian tersendiri bagi Malaysia karena Indonesia tetap mampu mempertahankan pertahanan meski bermain dengan 10 pemain selama lebih dari separuh pertandingan.


Malaysia Hadapi Singapura di Laga Terakhir


Tambahan satu poin membuat persaingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 masih terbuka hingga pertandingan terakhir.


Malaysia selanjutnya akan menghadapi Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Kamis (1/10/2026). Pada hari yang sama, Indonesia akan menghadapi Bangladesh di SUGBK.


Tan Cheng Hoe menyadari pertandingan melawan Singapura juga membutuhkan persiapan maksimal. Karena itu, ia meminta para pemain segera memulihkan kondisi setelah pertandingan sengit menghadapi Indonesia.


"Kami masih akan menjalani laga sulit melawan Singapura. Kami paham bahwa itu akan menjadi pertandingan sulit lainnya. Namun, setelah mendapatkan hasil bagus melawan Indonesia, saya yakin kami siap menghadapi Singapura," ujarnya.


Tan Tak Jadikan Perjalanan ke Bandung Alasan


Malaysia juga harus melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung sebelum pertandingan terakhir Grup A.


Meski perjalanan tersebut membutuhkan waktu dan dapat memengaruhi masa pemulihan pemain, Tan Cheng Hoe tidak ingin menjadikannya sebagai alasan.


"Kami juga harus pergi ke Bandung. Namun, itu bukan alasan. Dalam sepak bola, terkadang sebuah tim membutuhkan waktu pemulihan yang baik dan persiapan yang bagus. Kami siap bermain melawan Singapura," pungkasnya.


Sementara itu, hasil 0-0 di SUGBK membuat Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi empat poin setelah dua pertandingan. Posisi keduanya di klasemen sementara Grup A masih ditentukan oleh selisih gol.


Pertandingan terakhir melawan Bangladesh bagi Indonesia dan Singapura bagi Malaysia akan menjadi penentu perjalanan kedua tim di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.(Rhz2797)