Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

AS Akui Kepayahan di Laut Merah,Serangan ke Yaman Justru Bikin Houthi Makin Beringas dan Canggih

Februari 25, 2024 Last Updated 2024-02-25T00:56:12Z


Pihak Amerika Serikat (AS) dilaporkan menyadari kalau strategi militer yang digunakan terhadap Angkatan Bersenjata Yaman terafiliasi Houthi terbukti sia-sia, tidak berguna, dan tidak efektif.


Menurut laporan CNN, mengutip para pejabat AS yang mengetahui situasi tersebut, jumlah dan frekuensi serangan terhadap Yaman sebagai respons terhadap penyerangan kapal-kapal Barat di Laut Merah untuk mendukung Gaza tidak memberikan hasil yang diinginkan AS.


Baca juga: Tiga Gebukan Houthi dalam Sehari: Pelabuhan Israel, Kapal Inggris, dan Destroyer AS Diguyur Serangan


Artinya, upaya AS menyerang Yaman lewat serangan udara yang diklaim menyasar fasilitas-fasilitas Houthi, gagal meredam atau sekadar menurunkan tensi blokade Laut Merah, jalur utama pelayaran dunia.


Laporan tersebut merinci kalau agresi AS dan Inggris tersebut justru membuat pasukan Yaman bergerak lebih dalam dan kuat, serta bersembunyi lebih baik.


Houthi Makin Canggih, AL AS Pun Keteteran


Hal ini terjadi dua hari setelah pemimpin Ansarallah Houthi Yaman, Sayyed Abdul-Malik Badreddine al-Houthi mengatakan dalam pidatonya di televisi kalau Angkatan Bersenjata Yaman telah mengembangkan rudal yang ada di gudang senjata mereka hingga pada titik yang terlalu canggih untuk dicegat oleh pasukan AS.


"Karena mereka gagal menghalangi mereka (rudal) mencapai kapal mereka. Angkatan Bersenjata Yaman akan terus mendukung rakyat Palestina yang tertindas melalui Laut Merah dan Laut Arab," kata Al-Houthi merujuk perkembangan terbaru di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki.


Dia menambahkan kalau pendudukan Israel melakukan segala bentuk genosida, pembunuhan, dan kelaparan terhadap rakyat Palestina di Gaza karena Amerika Serikat bersikeras untuk berpartisipasi dalam kejahatan ini.


Partisipasi AS, kata Al-Houthi, dengan cara memberikan senjata kepada pendudukan Israel, sementara sebagian besar dunia diam atau diam, bahkan ada yang sampai mendukung pendudukan Israel.


Ketangguhan Angkatan Bersenjata Yaman dan Houthi di Laut Merah ini telah diakui oleh Wakil Laksamana Angkatan Laut Amerika Serikat Brad Cooper yang mengatakan dalam wawancara di acara '60 Minutes' CBS, kalau pertempuran melawan Angkatan Bersenjata Yaman di Laut Merah merupakan salah satu pertempuran laut paling signifikan yang pernah dihadapi AS dalam dekade ini.


“Saya pikir Anda harus kembali ke Perang Dunia II di mana Anda memiliki kapal-kapal yang terlibat dalam pertempuran,” kata Wakil Laksamana Brad Cooper kepada pembawa acara, Norah O’Donnell.


Dia  menambahkan “Ketika saya mengatakan terlibat dalam pertempuran, di mana mereka tertembak, kami tertembak, dan kami membalasnya." Cooper, wakil komandan Komando Pusat AS, memberi tahu O'Donnell bahwa sekitar 7.000 pelaut Angkatan Laut dikerahkan ke Laut Merah.

×